RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga Desa Sencano Jaya Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan oleh sejumlah spanduk yang dipasang di SMPN 2 Batang Peranap, Rabu (4/3). Di mana, spanduk bertuliskan mengecam kepala sekolah.
Akibat pemasangan spanduk tersebut, para pelajar SMPN 2 Batang Peranap yang datang ke sekolah terhalang masuk. Sehingga mereka hanya dapat berdiri dan berkumpul di luar pagar sekolah. Tidak hanya itu, proses belajar mengajar di SMPN 2 Batang Peranap juga lumpuh.
”Benar, ada pemasangan sejumlah sepanduk di pintu hingga pagar SMPN 2 Batang Peranap di Desa Sencano,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Hendrik SE, Rabu (4/3).
Dijelaskannya, berdasarkan laporan yang diterima dari Korwil Pendidikan Batang Peranap, pemasangan spanduk hingga aksi mogok belajar terjadi sekira pukul 07.55 WIB. Spanduk itu berupa kain putih dengan warna tulisan merah
Di antara spanduk itu bertuliskan ”Ganti Kepala Sekolah Otoriter, Manipulatif, Pungli dan Jarang Hadir,. Kami Ingin Mengajar Tenang”. Kemudian spanduk juga bertuliskan “Sekolah Bukan Milik Pribadi”.
Dalam pada itu, Kepala SMPN 2 Batang Peranap, Ramlan SAg ketika dikonfirmasi mengaku bahwa dirinya sedang berada di Kecamatan Kelayang mengikuti acara bersama Inspektorat.
”Saya tidak di sekolah karena mengikuti acara dengan inspektorat. Sehingga tentang spanduk di sekolah, saya tidak mengetahui secara persis,” ujar Ramlan.
Ia juga membantah tulisan di spanduk tersebut. ”Mungkin saya disebut otoriter lantaran saya pernah menegur guru saat berada di ruang majelis guru. Hal itu lantaran (guru, red) tidak masuk mengajar. Sementara anak-anak ribut akibat tidak ada guru,” ujarnya.(kas)