INTERAKTIF

Gajah Liar Digiring Tinggalkan Kelayang

Interaktif | Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:13 WIB

Gajah Liar Digiring Tinggalkan Kelayang
Inilah tim gabungan penanganan konflik gajah dengan masyarakat yang sedang bertugas di Kelurahan Baturijal Hilir, Kecamatan Peranap, beberapa waktu lalu. Mereka berasal dari Balai Besar KSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Yayasan TNTN, aparat TNI-Polri, Satpol PP dan masyarakat. (DOK RIAUPOS.CO)

Kami warga ingin tahu bagaimana soal gajah liar yang ada di Kecamatan Kelayang Kabupaten Inhu? Karena, apabila masih berkeliaran dikhawatirkan akan merusak areal perkebunan warga lebih luas lagi.
0812171813XXX

RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Warga di Kelurahan Simpang Kelayang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sempat resah akibat gajah liar merusak areal perkebunan di daerah itu. Bahkan jumlah gajah liar itu diperkirakan mencapai empat ekor.


Sehingga ketika kawanan gajah liar tersebut masuk ke areal perkebunan warga, dapat dipastikan tanaman akan rusak lebih banyak lagi. Selain itu, dengan keberadaan gajah liar tersebut, warga ketakutan pergi ke kebun.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau Andri Hansen Siregar mengatakan bahwa, tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama warga berhasil mengiring gajah liar.

"Selain warga, penggiringan juga dibantu pihak Kelurahan Simpang Kelayang ke habitatnya di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN)," ujar Andri Hansen Siregar, Jumat (5/6).

Dijelaskannya, proses penggiringan gajah liar di Kelurahan Simpang Kelayang dilakukan tim dan pihak lainnya berjalan lancar. Karena seluruh pihak bekerjasama dan bertindak sesuai dengan langkah mitigasi yang diputuskan dalam rapat sebelumnya.

Selama proses penggiringan, gajah tersebut berjalan pelan tapi terus mengarah ke arah habitatnya di kawasan TNTN. Sehingga hal ini memudahkan tim gabungan selama proses penggiringan. Bahkan, selama proses penggiringan, bisa dikatakan tidak mengalami kendala yang berarti.

Proses penggiringan gajah liar sambungnya, dimulai sejak Jumat (29/5) pekan kemarin. Dimana sebelum penggiringan, telah lakukan rapat bersama untuk membahas tentang langkah-langkah mitigasi yang akan dilakukan.

"Sesuai dengan rencana mitigasi, apabila gajah tidak berhasil digiring maka selanjutnya akan dilakukan proses evakuasi," sambungnya.

Setelah empat hari penggiringan, gajah terus bergerak dan akhirnya berhasil dikembalikan ke habitatnya di TNTN. Bahkan penggiringan dilakukan melewati jalur yang sebelumnya sudah dilalui gajah tersebut.

"Bukan kali pertama gajah liar masuk ke areal perkebunan hingga permukiman warga daerah itu," terangnya.(kas)




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  rp-2020-07-16.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com