
TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Sampai dengan Ahad (5/7), Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tak menghadiri pemakaman sang ayah, Ali Khamenei. Faktor keamanan sebagai penyebab. Mengutip Iran International, tiga saudara laki-laki Mojtaba lainnya juga tak hadir, diperkirakan karena faktor yang sama.
Ayah mertua Mojtaba Gholam-Ali Haddad Adel mewakili keluarga sang menantu dalam prosesi pemakaman yang berlangsung mulai Sabtu (4/7) hingga Kamis (9/7) tersebut.
“Permintaan Mojtaba Khamenei untuk menghadiri pemakaman sang ayah ditolak otoritas Iran. Pertimbangannya, faktor keamanan,” kata dua sumber di Garda Revolusi Islam Iran kepada dua media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), seperti dikutip Al Jazeera.
Ayatollah Hakim Elahi, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di India, membenarkannya. “Risiko keamanan membuat tak aman bagi Mojtaba Khamenei untuk tampil di depan publik,” katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu dibarengkan dengan empat anggota keluarganya yang juga meninggal akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Iran pada 28 Februari lalu. Mojtaba, konon, juga terluka dalam serangan itu dan pemulihannya yang belum 100 persen disebut menjadi salah satu alasan dia dilarang hadir di pemakaman.
Sejak ditunjuk menggantikan sang ayah Maret lalu, Mojtaba belum sekalipun tampil langsung di hadapan publik. Namun, tanggapan dan keputusannya terhadap berbagai hal disiarkan melalui kantor berita resmi atau media yang dikenal dekat dengan Teheran.
Prosesi pemakaman masih akan berlangsung di Imam Khomeini Mosalla Grand Mosque, Teheran, hingga hari ini (6/7), lalu berlanjut ke Kota Suci Qom sehari kemudian, sebelum jenazah pria 86 tahun itu dibawa ke dua kota di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Ali Khamenei bakal dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya, Kamis (9/7).
Ratusan ribu orang telah memberikan penghormatan terakhir sejak Sabtu, termasuk perwakilan dari berbagai negara. Jutaan lainnya diperkirakan bakal turut melayat hingga hari Ali Khamenei dimakamkan.
Perwakilan Hamas dan Hizbullah
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




