Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Tembak Tanker di Selat Hormuz, Iran Ancam Perang Bakal Meluas

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Kapal melintasi Selat Hormuz, Iran. Harga minyak dunia, Kamis (11/6/2026) kembali naik setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan yang dilakukan oleh AS ke sejumlah wilayah Iran. (Al-Jazeera)
Kapal melintasi Selat Hormuz, Iran. (JPG)
 

Advertisement

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Amerika Serikat (AS) mulai menembaki kapal-kapal yang melintas menuju Iran. Satu kapal tanker minyak diserang dengan rudal Hellfire di Selat Hormuz, Kamis (16/7), yang kemudian dibalas dengan gempuran Iran ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Mengutip The Guardian, kapal tanker tanpa muatan yang hendak menuju Pulau Kharg itu menjadi sasaran setelah mengabaikan sejumlah peringatan militer AS. Washington DC menyebutkan, operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. 

Pada saat bersamaan, militer AS juga menggempur pertahanan pantai, lokasi rudal, serta sejumlah sasaran di Teheran, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Sirik. Serangan Amerika juga menjangkau sejumlah wilayah lain. Middle East Eye melaporkan, terjadinya ledakan di Chabahar, Konarak, Rask, Khondab, Khorramabad, dan Semnan.

Direktur Jenderal Kantor Keamanan dan Penegakan Hukum Provinsi Semnan Mahmoud Ghodrati memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. “Area permukiman tidak menjadi sasaran,” ujarnya.

Iran merespons melalui fase ke-10 Operasi Petir. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, telah menyerang sistem radar peringatan dini C-RAM di Pangkalan Ali Al-Salem dan Kuwait. Selain itu, diserang pula sistem komunikasi dan radar di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Advertisement

Mengutip Al Jazeera, Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia memperingatkan, perang dapat meluas apabila serangan Amerika terus berlanjut. “Jika agresi Amerika berlanjut, perang akan meluas ke arena baru. Sebagian besar kemampuan angkatan bersenjata kami belum ditunjukkan,” katanya.

Meski mengeluarkan ancaman tersebut, Akraminia menegaskan, Iran tidak berniat berkonfrontasi dengan negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Menurut dia, Teheran tetap mengedepankan hubungan persaudaraan dengan negara-negara kawasan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Teheran menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington. Namun, Iran menegaskan, tidak akan lagi terikat pada nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan AS yang telah diteken sebelumnya apabila Washington terus mengabaikan isi kesepakatan tersebut.

“Jika Iran tidak memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman ini, kami tidak punya alasan untuk mematuhinya,” ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Alihkan Fokus

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lolos Selat Hormuz

Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lolos Selat Hormuz

Iran mengancam blokir Selat Hormuz di tengah konflik dengan AS. Ketegangan ini memicu kekhawatiran pasokan energi global.

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Dua tentara AS tewas akibat serangan Iran di Jordania. Washington membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer Iran.

AS Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik

AS Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik

Blokade pelabuhan Iran oleh AS memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer