Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prancis Membara, Protes Menjalar ke Eropa

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Beberapa kendaraan yang hangus terbakar di jalanan Kota Paris, Prancis, Ahad (18/10/2026). Sehari sebelumnya terjadi aksi protes nasional menentang “tingginya biaya hidup” di Prancis yang berakhir dengan kerusuhan. (Matthieu RONDEL/AFP)
Beberapa kendaraan yang hangus terbakar di jalanan Kota Paris, Prancis, Ahad (18/10/2026). Sehari sebelumnya terjadi aksi protes nasional menentang “tingginya biaya hidup” di Prancis yang berakhir dengan kerusuhan. (Matthieu RONDEL/AFP)

Advertisement

PARIS (RIAUPOS.CO) - Demonstrasi berujung kerusuhan di Prancis, Sabtu (17/10) dipicu kemarahan rakyat akibat himpitan ekonomi, merosotnya kualitas pendidikan, dan buruknya layanan publik. Unjuk rasa dengan kemarahan serupa muncul di jalanan Lisbon (Portugal), Milan dan Bologna (Italia),  Brussels dan Liege (Belgia), dan Albania.

Profesor Alberto Alemanno dari HEC Paris menilai, Prancis telah menjadi episentrum dari gerakan protes Eropa. Demonstrasi itu merupakan sinyal tegas ketidakpuasan publik terhadap tingginya biaya hidup, kurangnya pendanaan pendidikan, dan suramnya prospek masa depan.

”Kini mulai meledak dan menyebar secara serempak di Benua Biru,” kata guru besar yang meneliti demokratisasi Eropa itu, seperti dikutip dari Al Jazeera, kemarin (18/10). 

Unjuk rasa di Paris itu ke­lanjutan dari protes pelajar yang menuntut perbaikan asilitas sekolah sejak pertengahan September. Barisan pelajar dan guru bergabung dengan serikat buruh, kelompok pekerja, hingga loyalis gerakan Gilets Jaunes (rompi kuning). 

Di Paris, bentrokan pecah di sekitar alun-alun Place de la Republique. Mobil dibakar. Pertokoan barang-barang branded dijarah massa. Seperti di Limoges, amuk massa berujung pada pembakaran balai kota yang membuat sebagian atapnya runtuh. 

Advertisement

Di Lyon, gedung kantor pariwisata ludes dilalap api. Sementara di Marseille, demonstran merangsek ke dalam balai kota. Diberitakan Metro, seorang pengunjuk rasa meninggal setelah henti jantung saat berjalan di Boulevard Magenta, Paris. 

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut lebih dari 1.800 orang ditangkap. Dia menuding kelompok kiri ekstrem dan penjahat oportunis sebagai biang keladi yang mengubah unjuk rasa menjadi penjarahan. ”Tanpa kekuatan keamanan dalam negeri, tidak akan ada arak-arakan yang berjalan normal,” tegasnya seperti dikutip dari jaringan CNEWS dan Le Figaro, kemarin (18/10).

Dirangkum dari BBC, ketidakpuasan yang sama mendorong warga di sejumlah negara turun ke jalan di hari yang sama. Di jalanan Lisbon, Portugal, puluhan ribu orang memprotes krisis biaya hidup, upah rendah, dan harga perumahan yang meroket lebih dari dua kali lipat sejak 2017. Menteri Urusan Parlemen Portugal, Carlos Abreu Amorim, menyatakan pemerintah tidak akan menyerah pada teriakan dari jalan.

Di Italia, unjuk rasa yang berpusat di Milan berubah ricuh. Sehingga memaksa polisi menembakkan gas air mata di alun-alun katedral. Bentrokan serupa dilaporkan terjadi di Bologna. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menuding kelompok hooligan sebagai penabur kekacauan yang memanfaatkan kebebasan berpendapat. ”Mendemonstrasikan adalah hak. Membakar kota kita bukan,” tegasnya. 

Terpisah, ratusan mahasiswa di Brussels dan Liege, Belgia, yang memprotes kenaikan biaya pendidikan bentrok dengan polisi. Sementara di Albania, mahasiswa menggelar demonstrasi berhari-hari untuk menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur.(wan/jun/jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Zinedine Zidane Gagal saat Lawan Italia, Buru Kemenangan Kandang Prancis vs Belgia

Zinedine Zidane Gagal saat Lawan Italia, Buru Kemenangan Kandang Prancis vs Belgia

Prancis ditahan Italia 1-1 di UEFA Nations League. zinedine Zidane memburu kemenangan kandang saat menghadapi Belgia, prancis vs belgia

Gelandang Timnas Prancis, Manu Kone Terkejut dengan Kemampuan Pelatih Zinedine Zidane dalam Latihan

Gelandang Timnas Prancis, Manu Kone Terkejut dengan Kemampuan Pelatih Zinedine Zidane dalam Latihan

Gelandang Prancis Manu Koné, tepukau dengan kemampuan olah bola dan umpan pelatih Zinedine Zidane yang ikut serta dalam latihan Les Bleus.

Zidane Heboh atas Gol Menakjubkan Michael Olise dalam Kemenangan Dramatis Prancis atas Belgia

Zidane Heboh atas Gol Menakjubkan Michael Olise dalam Kemenangan Dramatis Prancis atas Belgia

Pelatih Les Bleus Zinedine Zidane heboh atas gol menakjubkan Michael Olise dalam kemenangan dramatis Prancis atas Belgia di Nations League.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer