Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Wilmar, Sinar Mas dan First Resources bersama 5 Lainnya Dipanggil Singapura soal Asap Karhutla

R
Penulis: Redaksi❯
Kereta gantung Singapura yang menuju stasiun Mount Faber diselimuti kabut asap karena asap dari kebakaran hutan regional mengurangi jarak pandang di seluruh kota, di Singapura, 14 Oktober 2026 lalu. (SUHAIMI ABDULLAH/REUTERS).
Kereta gantung Singapura yang menuju stasiun Mount Faber diselimuti kabut asap karena asap dari kebakaran hutan regional mengurangi jarak pandang di seluruh kota, di Singapura, 14 Oktober 2026 lalu. (SUHAIMI ABDULLAH/REUTERS).

Advertisement

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) - Sedikitnya 8 bos perusahaan perkebunan asal Singapura khususnya di sektor sawit yang beroperasional di Indonesia, dipanggil pemerintah Singapura. Pemanggilan ini berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) penyebab bencana asap di beberapa negara di Asia Tenggara.

Pemanggilan 8 pimpinan perusahaan perkebunan yang diduga terkait dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia yang menyebabkan kabut asap sampai ke tanah Singapura.

Dalam pertemuan 8 pimpinan dengan mewakili 10 perusahaan yang sudah mendapatkan pemberitahuan dari National Environment Agency (NEA) atau badan lingkungan hidup Singapura, digelar Rabu (28/10/2026).

Adapun, delapan pimpinan perusahaan yang menghadiri pertemuan tersebut terdiri dari Chairman & CEO Wilmar International Ltd, Kuok Khoon Hong, Executive Director & CEO Kencana Agri Ltd, Albert Maknawi.

Kemudian,  Chairman & CEO Golden Agri-Resources Ltd, Franky Oesman Widjaja, Senior Advisor Sinar Mas Group untuk APP Ltd dan APP (China) Ltd, Bernard Tan, CEO & Executive Director First Resources Ltd, Ciliandra Fangiono.

Advertisement

Selanjutnya, Chairman TSH Resources Berhad, Kelvin Tan Aik Pen, CEO & Executive Director Indofood Agri Resources Ltd Mark Julian Wakeford, dan Executive Chairman & CEO Bumitama Agri Ltd, Lim Gunawan Hariyanto.

Pimpinan perusahaan tersebut datang untuk menemui Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.

Melansir The Star, Shanmugam, mengatakan Kebakaran di Indonesia yang menyebabkan kabut asap dipicu oleh praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab.

Ia menyebut bahwa Singapura akan menggunakan seluruh kewenangan yang dimilikinya untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ancaman Sanksi Berat Prabowo bagi Korporasi Asing Terbukti Terlibat Karhutla, Izin Dicabut!

Ancaman Sanksi Berat Prabowo bagi Korporasi Asing Terbukti Terlibat Karhutla, Izin Dicabut!

Ancaman Sanksi Berat Prabowo bagi Korporasi Asing Terbukti Terlibat Karhutla, Izin Dicabut! presiden prabowo soal perusahaan pembakar hutan

Sudah 35.910 Masyarakat Riau Terpapar ISPA1 Titik Panas Terdeteksi, Asap Kiriman Masih Menyelimuti

Sudah 35.910 Masyarakat Riau Terpapar ISPA1 Titik Panas Terdeteksi, Asap Kiriman Masih Menyelimuti

Asap karhutla di Riau picu 35.910 kasus ISPA, sementara pemerintah membekukan izin enam perusahaan penyebab kebakaran hutan.

Dari 11 Korporasi yang Ditetapkan Polri Sebagai Tersangka Karhutla, 3 Perusahaan Asing

Dari 11 Korporasi yang Ditetapkan Polri Sebagai Tersangka Karhutla, 3 Perusahaan Asing

11 tersangka telah ditetapkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer