NEWYORK (RIAUPOS.CO) - Mantan Presiden Donald Trump mengalami insiden serius saat seorang penembak menyerang rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania, yang menyebabkan luka pada telinga kanannya. Kejadian tragis ini juga menelan korban jiwa seorang penonton, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Dikutip melalui cbsnews.com Minggu, (14/7). Dalam laporan yang dirilis oleh tiga sumber senior penegak hukum, disebutkan bahwa penembakan tersebut berasal dari posisi tinggi di luar perimeter keamanan Dinas Rahasia.
Penembaknya yang telah meninggal, diidentifikasi sebagai Thomas Matthew Crooks, seorang pemuda 20 tahun asal Bethel Park, Pennsylvania.
Usai dilakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini Federal Bureau of Investigation (FBI) telah mengenali pelaku percobaan pembunuhan tersebut merupakan sebagai anggota Partai Republik.
Para saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan momen teror dan kekacauan yang terjadi itu. Dimulai dari kebingungan awal menyusul suara letusan keras hingga evakuasi massal yang terjadi di sekitar lokasi rapat umum.
Respon dari Presiden Joe Biden mengutuk perbuatan penembakan tersebut, menyebutnya sebagai insiden yang "memuakkan." dan mengutuk kekerasan politik.
Dalam konferensi pers Sabtu malam, Kevin Rojek, agen khusus FBI di Pittsburgh, menolak untuk berspekulasi tentang motifnya, tetapi mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki penembakan sebagai "percobaan pembunuhan".
FBI memimpin penyelidikan dengan bantuan dari Dinas Rahasia, badan-badan negara bagian, dan lokal.
Dari data yang sudah dirangkum, tersangka melakukan aksi penembakan dengan senapan jenis AR-15 dari jarak 200-300 kaki.
Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai motif dari penembak tersebut maupun adanya keterkaitan dengan mantan Presiden Trump.
Insiden ini telah mengejutkan publik dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan dalam suasana politik yang semakin tegang.
Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta lebih lanjut seputar kejadian ini.
Dalam kejadian yang mengejutkan ini, polisi negara bagian Amerika telah menegaskan bahwa semua korban penembakan adalah laki-laki, namun identitas mereka belum diungkapkan kepada publik.
Peristiwa penembakan ini menjadi sorotan utama dan menjadi perhatian serius bagi para pejabat keamanan.
Situasi telah dikonfirmasi dapat diatasi dan para pihak berwenang sedang bekerja untuk mengungkap latar belakang peristiwa ini.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal