JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Konflik di Timur Tengah kian memasan. Ini dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dan berpotensi meluas ke kawasan lain. Untuk itu Pemerintah Cina mendesak AS dan Israel menghentikan serangan ke Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Mao Ning, mengatakan Beijing sangat khawatir terhadap meningkatnya ketegangan regional dan memperingatkan bahaya eskalasi yang dapat memperluas konflik.
“Kami sangat prihatin dengan ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Hal yang paling mendesak saat ini adalah segera menghentikan aksi militer, mencegah konflik meluas, dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Mao kepada wartawan di Beijing, Jumat (6/3/2026).
Mengutip TRT World, pernyataan tersebut muncul setelah serangan drone menghantam wilayah eksklave Nakhchivan milik Azerbaijan pada Kamis, yang semakin menambah kekhawatiran mengenai meluasnya konflik di kawasan.
Otoritas Azerbaijan melaporkan serangan itu melukai empat orang serta merusak sejumlah infrastruktur. Salah satu drone menghantam terminal di Nakhchivan International Airport, sementara drone lainnya jatuh di dekat sebuah sekolah di desa Shakarabad.
Dalam kesempatan yang sama, Mao menegaskan bahwa Cina menentang serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh AS dan Israel karena dinilai melanggar hukum internasional. Ia juga menegaskan dukungan Beijing terhadap Iran dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya.
“Cina menentang serangan militer terhadap Iran oleh AS dan Israel yang melanggar hukum internasional,” ujarnya.
Menurut Mao, Cina mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya serta mempertahankan hak dan kepentingannya yang sah.
Serangan AS–Israel ke Iran Masuk Hari Ketujuh
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam seiring operasi militer besar-besaran yang dilakukan Israel dan United States terhadap Iran yang telah berlangsung selama tujuh hari.
Menurut otoritas Iran, hampir 1.000 orang tewas dalam serangan tersebut. Korban termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi militer, serta puluhan siswi sekolah.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Bukber Ramadan, KONI Rohil Paparkan Kesiapan Tuan Rumah Ajang Catur Tingkat Riau 2026
Ancaman bagi Jalur Energi Dunia
Cina juga menyoroti potensi dampak konflik terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global, terutama di Strait of Hormuz. Selat tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia bagi perdagangan minyak dan energi.
“Menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan ini adalah kepentingan bersama komunitas internasional,” kata Mao.
Ia kembali menyerukan agar semua pihak segera menghentikan operasi militer, menghindari eskalasi, serta mencegah konflik yang lebih luas yang dapat berdampak pada stabilitas kawasan dan ekonomi global.
“Komunitas internasional harus bekerja bersama untuk mendorong perdamaian, menghentikan perang, dan menjaga stabilitas di Timur Tengah,” tegasnya.***
Editor : Edwar Yaman