Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turis Asing Berbikini di Danau Rusa Kampar, Disparbud Akui Kecolongan Pengawasan

K
Penulis: Kamaruddin❯
Video viral yang memperlihatkan seorang turis asing mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Ahad (8/2/2026).
Video viral yang memperlihatkan seorang turis asing mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Ahad (8/2/2026).

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Video viral yang memperlihatkan seorang turis asing mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, mendapat tanggapan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kampar.


Advertisement

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Afdal menjelaskan, kejadian tersebut bersifat insidental dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat jumlah petugas di lokasi terbatas.

“Pada saat kejadian, staf yang berjaga hanya dua atau tiga orang. Sebagian petugas sedang dipindahkan untuk kegiatan gotong royong pembersihan di lokasi lain, sehingga tidak ada yang mengetahui kedatangan tamu tersebut,” jelas Afdal.

Ia menyebutkan, pihaknya menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk kecolongan pengawasan, namun bukan sesuatu yang disengaja.

Advertisement

“Kejadiannya sudah terjadi dan tentu ini tidak kita harapkan,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Disparbud Kampar akan menginstruksikan petugas di lapangan agar lebih aktif memberikan imbauan dan pengingat kepada pengunjung terkait norma dan etika yang berlaku di kawasan wisata, baik kepada wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

“Bukan hanya turis asing, di sana juga ada aktivitas camping oleh pengunjung lokal. Semua tetap harus diingatkan jika ada hal-hal yang melanggar norma,” katanya.

Advertisement

Afdal menegaskan bahwa peristiwa ini tidak menghilangkan potensi wisata Danau Rusa. Justru, menurutnya, viralnya lokasi tersebut menunjukkan adanya minat wisatawan asing, yang menjadi peluang bagi daerah.

“Ini sebenarnya potensi. Wisatawan asing bisa memberi dampak ekonomi yang lebih besar dibanding wisata lokal. Tinggal bagaimana cara pengelolaannya,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pengembangan wisata tetap memperhatikan adat dan budaya lokal, dengan pendekatan yang bijak dan tidak emosional.

“Kita setuju ekonomi jangan sampai melanggar adat. Tapi cara mengingatkan wisatawan juga tidak bisa dengan cara ekstrem. Budaya dan cara berpikir mereka berbeda dengan kita,” jelas Afdal.

Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan harus bersifat universal, menekankan pada etika dan aturan yang dapat diterima oleh semua pihak.

“Jangan sampai potensi wisata ini hilang hanya karena emosi sesaat. Ini perlu dikelola dengan hati-hati,” tegasnya. (kom)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Buka Seperti Biasa, Laksamana Muda Pastikan Tidak  Melanggar Hukum dan Norma

Buka Seperti Biasa, Laksamana Muda Pastikan Tidak  Melanggar Hukum dan Norma

Laksamana Muda Caffe and Live Space memastikan kepada masyarakat di Kota Pekanbaru bahwa cafe tersebut tidak melanggar norma dan hukum

Laksamana Muda Coffee & Live Space Bantah Gelar Pesta LGBT

Laksamana Muda Coffee & Live Space Bantah Gelar Pesta LGBT

Laksamana Muda Coffee & Live Space membantah tempat usahanya gelar pesta LGBT. Rekaman dalam video bukan bagian dari acara resmi 

Buntut Video Viral, Nasib Kafe Laksamana Muda Menunggu Hasil Pemeriksaan

Buntut Video Viral, Nasib Kafe Laksamana Muda Menunggu Hasil Pemeriksaan

Satpol PP Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda untuk dimintai keterangan terkait video viral yang menampilkan perilaku LGBT

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer