Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menu MBG Dikeluhkan Warga, Sekolah dan Kades di Kampar Utara Minta Evaluasi

K
Penulis: Kamaruddin❯

Dapur SPPG mitra Yayasan Alfatah Kampar yang mengoperasikan program MBG untuk wilayah Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Rabu (25/2/20226).
Dapur SPPG mitra Yayasan Alfatah Kampar yang mengoperasikan program MBG untuk wilayah Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Rabu (25/2/20226).


Advertisement

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa sekolah, ibu hamil, menyusui, ibu nifas, dan balita di Desa Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, menuai keluhan dari masyarakat.

Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan keterlambatan distribusi serta kualitas makanan yang dinilai kurang layak konsumsi dan tidak sesuai dengan standar harga per ompreng yang sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 6 Kampar, Khairul Anwar, saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Desa Sungai Tonang menyampaikan, sejumlah orang tua pelajar dan warga mengeluhkan makanan MBG yang kerap datang melewati jam pulang sekolah. Selain itu, kualitas makanan juga diragukan, mulai dari menu yang dianggap tidak sesuai standar gizi hingga dugaan makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Advertisement

"Kami mendukung penuh program MBG karena tujuannya sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun, kami berharap pelaksanaannya benar-benar diperhatikan, baik dari segi waktu distribusi, kebersihan, kualitas, maupun kandungan gizinya," ujar Khairul.

Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menentang kebijakan pemerintah, melainkan memberikan masukan agar program tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan bertanggung jawab. Mereka berharap para pelajar menerima makanan yang segar, aman, dan bergizi sesuai dengan tujuan awal program.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh kader Posyandu Desa Sungai Tonang, Heni. Ia mengungkapkan adanya beberapa permasalahan terkait menu MBG yang disalurkan melalui dapur SPPG, seperti lauk yang berbau amis dan buah yang kurang segar. "Setiap temuan sudah kami laporkan dan komunikasikan kepada pihak dapur pengelola SPPG," kata Heni.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa penyaluran MBG dilakukan dua kali dalam sepekan dengan jumlah penerima manfaat sekitar 280 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Meski beberapa perbaikan sudah dilakukan, keluhan terkait kualitas dan porsi makanan masih ditemukan.

Yeni juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak pengelola MBG dinilai belum berjalan optimal. Beberapa kali upaya untuk menghubungi pihak terkait belum membuahkan kejelasan.

Ia menegaskan tidak ingin menyampaikan asumsi terkait komposisi menu MBG kepada masyarakat karena hal tersebut bukan menjadi kewenangannya dan dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman.

"Kalau saya menyampaikan hal itu ke masyarakat, seolah-olah saya yang mewakili pihak MBG. Itu bukan posisi saya," tegasnya.

Sebagai langkah ke depan, Yeni mendorong adanya pertemuan terbuka yang melibatkan pengelola MBG, DPRD, kader posyandu, pihak sekolah, serta pemerintah desa agar permasalahan dapat dibahas secara transparan dan menemukan solusi bersama. Ia juga menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi maupun meminta imbalan dalam persoalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Tonang, Yeni Rahman mengatakan, dirinya telah menindaklanjuti langsung berbagai keluhan masyarakat, baik dari orang tua murid maupun kader posyandu.

Ia menegaskan bahwa perannya sebagai kepala desa adalah menyampaikan aspirasi warga serta melakukan pengecekan fakta secara objektif. "Sebagai kepala desa, tentu saya menyampaikan aspirasi masyarakat. Kita cek terlebih dahulu kebenarannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Alfatah Kampar Ulul Amri Azmi belum memberikan komentar terkait keluhan pihak sekolah, orang tua murid, kepala desa dan kader posyandu. Pesan whatsappp yang disampaikan untuk konfirmasi ke Ulul Amri Azmi tidak ditanggapi.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

SPPG Indragiri Hulu Kota Lama 2 Lakukan Analisa atas Menu Beraroma Basi, Ini Penyebabnya 

SPPG Indragiri Hulu Kota Lama 2 Lakukan Analisa atas Menu Beraroma Basi, Ini Penyebabnya 

Dapur SPPG Inhu Rengat Barat Kota Lama 2 tuntas melakukan analisa atas penolakan menu MBG akibat beraroma basi yang terjadi Jumat lalu

Sekolah Tak Lagi Temukan Menu MBG Beraroma Basi, Diskes Imbau SPPG Tetap Mengacu SOP

Sekolah Tak Lagi Temukan Menu MBG Beraroma Basi, Diskes Imbau SPPG Tetap Mengacu SOP

Dinas Kesehatan Inhu mengimbau SPPG tetap mengacu SOP dalam bekerja. Hal itu dimaksudkan agar tidak ada lagi temukan menu MBG beraroma basi

Ratusan Peserta Didik Nyaris Keracunan, 6 Sekolah di Inhu Tolak MBG Akibat Menu Keluarkan Aroma Basi

Ratusan Peserta Didik Nyaris Keracunan, 6 Sekolah di Inhu Tolak MBG Akibat Menu Keluarkan Aroma Basi

Menu MBG yang disajikan SPPG di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, berupa ayam goreng sudah mengeluarkan aroma busuk

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer