Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

75 Persen Pegawai Disdikpora Kampar WFH, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Optimal

K
Penulis: Kamaruddin❯
Plt Kadisdikpora Helmi meninjau pelaksanaan WFO di Sekretariat Umum Kantor Disdikpora Kampar, Bangkinang, Jumat (10/4/2026). Disdikpora Kampar untuk Riaupos.co
Plt Kadisdikpora Helmi meninjau pelaksanaan WFO di Sekretariat Umum Kantor Disdikpora Kampar, Bangkinang, Jumat (10/4/2026). Disdikpora Kampar untuk Riaupos.co

Advertisement

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar menerapkan sistem kerja fleksibel berupa kombinasi work from home (WFH) dan work from office (WFO) sebagai dukungan terhadap kebijakan penghematan energi dari pemerintah daerah.

Dari total 196 pegawai, sekitar 75 persen bekerja dari rumah, sementara 25 persen lainnya tetap menjalankan tugas dari kantor. Pelaksanaan WFO dipusatkan di ruang sekretariat umum guna mempermudah koordinasi serta memastikan pekerjaan administratif tetap berjalan optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kampar Helmi menjelaskan bahwa kebijakan ini mengacu pada surat edaran Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, serta disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan karakteristik pekerjaan masing-masing pegawai.

"Kami menerapkan sistem kerja fleksibel. Sebagian besar pegawai bekerja dari rumah, namun tetap terkontrol melalui laporan berkala. Sedangkan pegawai yang WFO difokuskan pada tugas yang membutuhkan kehadiran langsung, terutama di bidang administrasi," ujar Helmi, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, penerapan WFH tidak mengurangi kinerja pegawai. Seluruh tugas tetap dilaksanakan secara maksimal melalui sistem daring, termasuk koordinasi internal dan penyelesaian pekerjaan.

Advertisement

"Pegawai yang WFH wajib tetap aktif, bekerja secara online, dan melaporkan progres secara rutin. Tidak ada penurunan kinerja, justru kita dorong agar lebih efektif dan efisien," tambahnya.

Menurut Helmi, skema ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan efisiensi operasional, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

"Yang terpenting, pelayanan publik tidak boleh terganggu. Dengan pembagian ini, fungsi masing-masing pegawai bisa lebih dioptimalkan sesuai kebutuhan," tutupnya.

Selain itu, Disdikpora Kampar juga menerapkan langkah penghematan energi dengan mengurangi penggunaan alat elektronik seperti AC, lampu, dan kendaraan dinas hingga 30 persen, serta memangkas anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Sempat Jadi Perbincangan para Guru tentang Penerapan WFH dan WFA, Begini Penjelasan Bupati Inhu tentang Libur Semester

Sempat Jadi Perbincangan para Guru tentang Penerapan WFH dan WFA, Begini Penjelasan Bupati Inhu tentang Libur Semester

Bupati INdargiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto memberi penjelasan tentang penerapan WFH atau WFA bagi bagi guru ASN selama masa libur.

WFH Dimanfaatkan dengan Gotong-royong Bersihkan Fasum

WFH Dimanfaatkan dengan Gotong-royong Bersihkan Fasum

ASN diminta mengikuri gotong royong yang dilakukan kecamatan lingkungan rumahnya. Bupati Suhardiman Amby berharap ASN yang melaksanakan WFH

Disdikpora Kampar Instruksikan Sekolah Terdampak Kabut Asap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Disdikpora Kampar Instruksikan Sekolah Terdampak Kabut Asap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Disdikpora Kabupaten Kampar menginstruksikan sekolah terdampak kabut assap untuk menggelar pembelajaran secara tatap muka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer