Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

40 Persen Jalan Kampar Rusak

K
Penulis: Kamaruddin❯
Sebuah truk terpuruk dan tergolek  saat melewati jalan rusak dari Koto Garo menuju Simpang Gelombang, beberapa waktu lalu. (Warga Koto Garo untuk Riau Pos)
Sebuah truk terpuruk dan tergolek saat melewati jalan rusak dari Koto Garo menuju Simpang Gelombang, beberapa waktu lalu. (Warga Koto Garo untuk Riau Pos)

Advertisement

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kabupaten Kampar melalui Dinas Pe­kerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat sekitar 40 persen dari total 2.700 kilometer jalan kabupaten masih mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.

Dengan keterbatasan anggaran, perbaikan akan diprio­ritaskan pada ruas yang mengalami kerusakan berat guna mendukung kelancaran mobilitas ma­syarakat dan aktivitas perekonomian daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar, Hanif, mengatakan panjang jalan kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah daerah mencapai sekitar 2.700 kilometer dengan berbagai jenis konstruksi, mulai dari perkera­san lentur (flexible pavement), rigid pavement (beton), jalan tanah, hingga semenisasi.

“Dari total panjang jalan tersebut, sekitar 60 per­sen dalam kondisi baik. Sementara 40 persen lainnya me­ngalami kerusakan ringan hingga berat yang membutuhkan penanganan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, maupun rekonstruksi,” ujar Hanif usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kampar, Senin (22/6).

Menurut Hanif, keterbata­san anggaran mengharuskan pemerintah daerah menetapkan skala prioritas dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Karena itu, ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat akan didahulukan dalam penganggaran.

Advertisement

“Ruas jalan yang mengalami kerusakan berat menjadi prioritas utama. Selanjutnya, secara bertahap penanganan dilakukan terhadap ruas yang mengalami kerusakan ringan melalui program pemeliharaan rutin maupun berkala,” jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan aksesibilitas antarwilayah di Kabupaten Kampar.

Namun, Hanif mengingatkan umur layanan jalan sangat dipengaruhi kepatuhan pengguna jalan terhadap batas tonase kendaraan. Sebagian besar jalan kabupaten di Kampar merupakan jalan kelas III yang dirancang menahan beban maksimal delapan ton.

Menurutnya, kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Beban berlebih membuat struktur perkerasan tidak bekerja sesuai desain sehingga mempercepat munculnya retak, gelombang, dan lubang pada badan jalan.

“Jika jalan terus-menerus dilalui kendaraan bertonase berlebih, kerusakannya akan terjadi lebih cepat. Karena itu, diperlukan kepatuhan semua pihak terhadap ketentuan batas muatan kendaraan,” katanya.(rul)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

40 Persen Jalan Kabupaten Kampar Rusak, PUPR Prioritaskan Perbaikan Ruas Jalan Rusak Berat

40 Persen Jalan Kabupaten Kampar Rusak, PUPR Prioritaskan Perbaikan Ruas Jalan Rusak Berat

Plt Kadis PUPR Kampar Hanif. mengatakan 40 persen Jalan Kabupaten Kampar Rusak, PUPR prioritaskan perbaikan ruas berkerusakan berat

Plt Kadis PUPR Kampar Sebut Perbaikan Jalan Rusak di Tapung Dilakukan Bertahap

Plt Kadis PUPR Kampar Sebut Perbaikan Jalan Rusak di Tapung Dilakukan Bertahap

Dinas PUPR Kampar memberikan penjelasan terkait kondisi jalan rusak di Tapung Raya yang belakangan ramai dikeluhkan masyarakat di medsos

Jalan Rusak di Tapung Hilir Kampar Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Jalan Rusak di Tapung Hilir Kampar Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Tapung Hilir Kampar dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer