Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

140 Nelayan Kota Garo Terima Bantuan CSR Rp65 Juta

K
Penulis: Kamaruddin❯
IKAN MATI: Sekitar 30 ton ikan mati mendadak di aliran Sungai Tapung yang melewati Desa Sekijang, Desa Kota Aman, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
IKAN MATI: Sekitar 30 ton ikan mati mendadak di aliran Sungai Tapung yang melewati Desa Sekijang, Desa Kota Aman, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Advertisement

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 140 nelayan di Desa Kota Garo menerima bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dampak dugaan pencemaran Sungai Tapung. Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp65 juta dan diperuntukkan mendukung keberlangsungan usaha perikanan para nelayan terdampak.

Ketua Kelompok Nelayan Kota Garo Khairul Azhar mengatakan, jumlah penerima bantuan bertambah setelah dilakukan verifikasi ulang. Awalnya, sebanyak 130 nelayan terdata sebagai penerima, namun hasil pendataan terbaru menetapkan total penerima menjadi sekitar 140 orang.

Advertisement

“Pada Kamis lalu perusahaan sudah menyalurkan bantuan kepada nelayan terdampak. Yang terpenting, seluruh nelayan yang terdampak dapat merasakan bantuan, meskipun jumlahnya tidak besar,” ujar Khairul, Senin (13/7).

Ia menjelaskan, dana CSR tersebut diberikan sebagai bantuan operasional usaha perikanan, sehingga nominal yang diterima masing-masing nelayan berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Advertisement

Khairul mengatakan, kelompok nelayan kini tengah menyusun proposal lanjutan yang memuat kebutuhan seperti bibit ikan, peralatan penangkapan ikan, serta sarana pendukung usaha perikanan lainnya. Proposal tersebut disusun mengikuti mekanisme penyaluran dana CSR yang ditetapkan perusahaan.

Menurutnya, hasil tangkapan nelayan hingga kini belum kembali normal. Dalam sekali melaut, sebagian nelayan hanya memperoleh hasil beberapa kilogram ikan. Sementara itu, ikan yang di budidayakan di keramba juga mengalami penurunan, seperti berkurangnya nafsu makan yang diduga dipengaruhi perubahan kualitas air maupun faktor lingkungan lainnya.

Meski nilai bantuan yang diterima belum sesuai harapan, para nelayan memilih menerima penyelesaian melalui program CSR dibanding menempuh jalur hukum yang dinilai membutuhkan proses lebih panjang.

“Kami sebenarnya berharap bantuan yang diberikan lebih besar. Namun, daripada tidak ada penyelesaian, bantuan yang ada tetap kami terima sambil terus memperjuangkan hak-hak nelayan,” katanya.

Khairul menegaskan, bantuan yang diajukan bukan berupa ganti rugi atas kematian ikan, melainkan dukungan untuk memulihkan usaha perikanan, seperti pengadaan bibit ikan dan kebutuhan penunjang lainnya.

“Yang diajukan adalah bantuan bibit ikan. Secara administrasi memang berbentuk bantuan bibit, tetapi kami berharap pelaksanaannya dapat lebih fleksibel sehingga bisa disesuaikan,’’ ucapnya.(kom)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

140 Nelayan Kota Garo Terima Bantuan CSR Rp65 Juta Pascadugaan Pencemaran Sungai Tapung

140 Nelayan Kota Garo Terima Bantuan CSR Rp65 Juta Pascadugaan Pencemaran Sungai Tapung

140 nelayan di Desa Kota Garo terima bantuan CSR sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dampak dugaan pencemaran Sungai Tapung

Kompensasi Mulai Direalisasikan, Nelayan Sungai Tapung Harap Pengawasan Lingkungan Diperketat

Kompensasi Mulai Direalisasikan, Nelayan Sungai Tapung Harap Pengawasan Lingkungan Diperketat

Proses pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pencemaran Sungai Tapung dan kehilangan mata pencaharian mulai direalisasikan

Nelayan Kota Garo Keluhkan Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Kasus Matinya Ikan di Sungai Tapung

Nelayan Kota Garo Keluhkan Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Kasus Matinya Ikan di Sungai Tapung

Nelayan di Desa Kota Garo hingga kini masih menunggu kepastian terkait ganti rugi atas matinya ribuan Kg ikan yang diduga akibat pencemaran

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer