
BANGKINANG dan PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Korban diduga keracunan makanan Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kampar ternyata lebih 100 orang. Jika diberita sebelumnya hanya 81 siswa, ternyata totalnya mencapai 141 orang.
Tak hanya siswa, dari jumlah tersebut, 15 guru turut menjadi korban.
Hal ini diungkapkan Kepala SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Nanang Sunarto, Kamis (20/8). ‘’Jumlah warga sekolah yang terdampak diduga keracunan makanan MBG mencapai sekitar 141 orang, terdiri dari 126 siswa dan 15 guru,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.
Sementara itu, Wakil Bupati Kampar yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Kampar, Misharti, meminta penanganan terhadap seluruh anak yang terdampak dilakukan secara maksimal. Kondisi para siswa juga aharus terus dipantau meski telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.
Ya, para siswa yang mengalami keluhan mual-mual dan muntah seetelah menyantap makanan MBG telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Tapung, Puskesmas Sukaramai, dan Rumah Sakit Tandun.
Misharti meminta seluruh puskesmas bersama pihak sekolah segera mendata siswa yang terdampak. Tenaga medis juga diminta tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi anak setelah mereka menjalani observasi dan diperbolehkan pulang.
“Kalau anak-anak sudah selesai observasi dan dibolehkan pulang. Saya titip pesan kepada orang tua untuk terus memantau kondisi anaknya. Jika tidak memungkinkan dirawat di rumah, segera diantar kembali ke pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.
Ia mengatakan kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kampar). Misharti mengaku prihatin sekaligus kecewa karena program yang seharusnya memberikan asupan bergizi justru diduga menyebabkan anak-anak mengalami gangguan kesehatan.
“Kita tidak mau kejadian ini terjadi. Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan kita juga sangat kecewa. Kita ingin memastikan anak-anak kita, generasi bangsa kita, tidak sakit gara-gara program Makan Bergizi Gratis ini,” katanya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Misharti bersama Dinas Kesehatan, Asisten II, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar telah turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




