Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Korban Diduga Keracunan MBG di Kampar Capai 141 Orang

D
Penulis: Denny Andrian❯
Puluhan siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program MBG, Selasa (18/8/2026). (istimewa)
Puluhan siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program MBG. (istimewa)

Advertisement

BANGKINANG dan PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Korban diduga keracunan makanan Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ne­geri 1 Tapung Hulu, Kampar ternyata lebih 100 orang. Jika diberita sebelumnya hanya 81 siswa, ternya­ta totalnya mencapai 141 orang.

Tak hanya siswa, dari jumlah tersebut, 15 guru turut menjadi korban.

Hal ini diungkapkan Kepala SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Nanang Sunarto, Kamis (20/8). ‘’Jumlah warga sekolah yang terdampak diduga keracunan makanan MBG mencapai sekitar 141 orang, terdiri dari 126 siswa dan 15 guru,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.

Advertisement

Sementara itu, Wakil Bupati Kampar yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Kampar, Misharti, meminta penanganan terhadap seluruh anak yang terdampak dilakukan secara maksimal. Kondisi para siswa juga aharus terus dipantau meski telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.

Ya, para siswa yang mengalami keluhan mual-mual dan muntah seetelah menyantap makanan MBG telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Tapung, Puskesmas Sukaramai, dan Rumah Sakit Tandun.

Advertisement

Misharti meminta seluruh puskesmas bersama pihak sekolah segera mendata siswa yang terdampak. Tenaga medis juga diminta tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi anak setelah mereka menjalani observasi dan diperbolehkan pulang.

“Kalau anak-anak sudah selesai observasi dan dibolehkan pulang. Saya titip pesan kepada orang tua untuk terus memantau kondisi anaknya. Jika tidak memungkinkan dirawat di rumah, segera diantar kembali ke pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Ia mengatakan kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kampar). Misharti mengaku prihatin sekaligus kecewa karena program yang seharusnya memberikan asupan bergizi justru diduga menyebabkan anak-anak mengalami gangguan kesehatan.

“Kita tidak mau kejadian ini terjadi. Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan kita juga sangat kecewa. Kita ingin memastikan anak-anak kita, generasi bangsa kita, tidak sakit gara-gara program Makan Bergizi Gratis ini,” katanya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Misharti bersama Dinas Kesehatan, Asisten II, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar telah turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Puluhan Anak Diduga Keracunan MBG, Wabup Kampar Minta Pengawasan SPPG Diperketat

Puluhan Anak Diduga Keracunan MBG, Wabup Kampar Minta Pengawasan SPPG Diperketat

Wabup Kampar Misharti meminta penanganan terhadap anak-anak yang diduga keracunan MBG di SMK Negeri 1 Tapung Hulu dilakukan secara maksimal

81 Siswa di Kampar Diduga Keracunan Sup Ayam MBG

81 Siswa di Kampar Diduga Keracunan Sup Ayam MBG

Sebanyak 81 siswa SMKN 1 Tapung Hulu Kampar diduga keracunan menu sup ayam Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Kampar hentikan sementara dapu

13 Murid SD di Kampar Diduga Keracunan MBG

13 Murid SD di Kampar Diduga Keracunan MBG

Sebanyak 13 murid SDN 044 Karya Indah, Kampar, dirawat setelah mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap makanan program MBG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer