
KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar bersama Satgas Gabungan terus melakukan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan kondisi bencana hidrometeorologi per Jumat (21/8/2026) sore terdapat dua lokasi karhutla yang telah berhasil dipadamkan.
Kalaksa BPBD Kampar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran terjadi di wilayah Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung hingga Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, yang memasuki hari ketiga penanganan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare dengan jenis lahan gambut dan vegetasi perkebunan sawit.
“Untuk titik pertama, kondisi sudah padam, namun masih terdapat asap. Tim masih melakukan pendinginan dan penyekatan untuk memastikan api tidak kembali muncul,” jelasnya.
Dalam penanganan di lokasi tersebut, BPBD Kampar mengerahkan 11 personel, didukung 15 personel BPBD Provinsi Riau, satu personel TNI dan satu personel Manggala Agni. Tim juga mendapat dukungan satu unit helikopter untuk water bombing.
Sementara itu, karhutla di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, dengan luas lahan sekitar 1 hektare juga telah berhasil dipadamkan. Kebakaran terjadi pada lahan kosong dengan kondisi permukaan dan bawah tanah yang terbakar.
Di lokasi kedua, BPBD Kampar mengerahkan 12 personel, dibantu empat personel Polri dan 15 personel TNI. Tim melakukan penyekatan, pendinginan serta pemblokiran di sekitar area yang terbakar.
“Penanganan dilakukan secara terpadu oleh satgas darat dan gabungan. Untuk lokasi pertama juga dilakukan water bombing karena kondisi lahan dan medan membutuhkan dukungan pemadaman dari udara,” ujarnya.
BPBD menyebut salah satu kendala dalam penanganan di lokasi pertama adalah keterbatasan sumber air serta kondisi angin yang cukup kencang. Meski demikian, upaya pemadaman, pendinginan dan penyekatan terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




