Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

414 Kasus ISPA Tercatat di Kampar Saat Paparan Asap Karhutla Dipantau

K
Penulis: Kamaruddin❯
Kadis Kesehatan Kampar Zulhendra Das
Kadis Kesehatan Kampar Zulhendra Das'at. (Istimewa)

Advertisement

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mencatat 414 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama pemantauan dampak kesehatan pada 1–4 September 2026.

ISPA menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Zulhendra Das’at, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elfian mengatakan, angka tersebut merupakan hasil pemantauan laporan harian dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kampar.

“Pada 1 September 2026 tercatat 122 kasus ISPA, kemudian 125 kasus pada 2 September. Selanjutnya, terdapat 79 kasus pada 3 September dan 88 kasus pada 4 September,” ujar Elfian, Jumat (4/9/2026).

Advertisement

Dengan demikian, dalam empat hari pemantauan tersebut tercatat 414 kasus ISPA. Kasus terbanyak terjadi pada 2 September dengan 125 kasus, disusul 122 kasus pada 1 September, 88 kasus pada 4 September, dan 79 kasus pada 3 September.

Sejumlah wilayah yang mencatat kasus ISPA cukup menonjol antara lain Tambang, Sibiruang, Pandau Jaya, Kuok, Tanah Tinggi, Air Tiris, dan Pulau Gadang.

Selain ISPA, Dinas Kesehatan Kampar juga mencatat lima kasus pneumonia, lima kasus konjungtivitis, 14 kasus iritasi kulit, dan empat kasus asma. Jika seluruh kelompok gangguan kesehatan tersebut dijumlahkan, terdapat 437 kasus yang tercatat selama periode 1–4 September 2026.

Pemantauan dilakukan seiring kondisi udara yang terdampak asap karhutla. Dinas Kesehatan terus memonitor perkembangan kasus gangguan kesehatan di masyarakat, khususnya penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan atau riwayat penyakit pernapasan. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Hotspot Nihil, Asap Kiriman Masih Ancam Pekanbaru, Kasus ISPA Tembus 500 per Hari

Hotspot Nihil, Asap Kiriman Masih Ancam Pekanbaru, Kasus ISPA Tembus 500 per Hari

Di Pekanbaru kasus ISPA tembus 500 per harinya. Padahal saat ini hotspot nihil di Kota Bertuah. Asap yang jadi ancaman merupakan kiriman

Diskes Kampar Catat 138 Kasus Gangguan Kesehatan dalam Pemantauan Karhutla, ISPA Mendominasi

Diskes Kampar Catat 138 Kasus Gangguan Kesehatan dalam Pemantauan Karhutla, ISPA Mendominasi

Selama adanya kabut asap, kasus ISPA mendominasi di Kabupaten Kampar. Diskes sendiri mencatatkan 138 kasus gangguan kesehatan 

Kasus ISPA di Kuansing Jadi 552, Puskesmas Bagi-Bagi Masker

Kasus ISPA di Kuansing Jadi 552, Puskesmas Bagi-Bagi Masker

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Helma Muliani mengatakan kasus ISPA di Kuansing Jadi sudah menjadi 552 kasus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer