Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Rimbo Panjang Padam, Asap Masih Muncul dan ISPU Kampar Capai 103

K
Penulis: Kamaruddin❯
Tim TRC BPBD Kampar bersama satgas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (12/9/2026).(BBPD Untuk Riaupos.co)
Tim TRC BPBD Kampar bersama satgas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (12/9/2026).(BBPD Untuk Riaupos.co)

Advertisement

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kebakaran lahan gambut di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sudah memasuki hari ketiga berhasil dipadamkan oleh tim gabungan Satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, petugas masih melakukan pendinginan dan pemblokiran karena sejumlah titik masih mengeluarkan asap.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita, mengatakan kebakaran yang melanda vegetasi semak belukar di atas lahan gambut tersebut telah menghanguskan area seluas sekitar 3 hektare.

“Hingga Sabtu (12/9/2026), status kebakaran (ground fire) sudah berhasil kami padamkan. Namun, petugas gabungan di lapangan masih terus melakukan upaya pendinginan dan pemblokiran karena lokasi masih mengeluarkan asap,” ungkap Adi Candra.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak 67 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari 14 personel BPBD Kampar, 10 personel TNI, 30 personel Polri, 10 personel Manggala Agni, serta dibantu masyarakat setempat.

Petugas juga didukung sejumlah peralatan pemadam, satu unit alat berat jenis excavator, serta puluhan selang dan mesin pompa air untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di lokasi.

Advertisement

Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, proses penanganan di lapangan tidak berjalan tanpa kendala. Petugas menghadapi tiupan angin kencang yang kerap berubah arah sehingga berpotensi memicu munculnya kembali titik api, terutama pada lahan gambut.

Selain menangani kebakaran, BPBD Kampar juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) KLHK pada Sabtu (12/9/2026) pukul 14.30 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar berada pada angka 103 dengan kategori Tidak Sehat, dengan parameter kritis PM2,5.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan, serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko paparan polusi udara.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di wilayah Kampar diperkirakan berawan dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Meski Hujan, Kualitas Udara Kampar Masih Tidak Sehat

Meski Hujan, Kualitas Udara Kampar Masih Tidak Sehat

Kualitas udara di Kabupaten Kampar, khususnya wilayah Bangkinang, berada pada kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan ISPU

Diskes Kampar Siagakan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Dampak Kabut Asap

Diskes Kampar Siagakan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Dampak Kabut Asap

Diskes Kampar menyiagakan Puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap karhutla dan terjadinya kasus ISPA.

Dinkes Kampar Siagakan Faskes Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

Dinkes Kampar Siagakan Faskes Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

Dinkes Kampar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kesehatan akibat Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di daerah itu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer