Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISPA di Kampar Tembus 1.740 Kasus, Diskes Pantau Dampak Karhutla

K
Penulis: Kamaruddin❯
ISPU di Bangkinang mencapai 203 atau masuk kategori sangat tidak sehat, Kamis (17/9/2026). Kamaruddin/Riaupos.co
ISPU di Bangkinang mencapai 203 atau masuk kategori sangat tidak sehat, Kamis (17/9/2026). Kamaruddin/Riaupos.co

Advertisement

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mencatat sebanyak 1.740 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang September 2026 hingga 16 September. Angka tersebut merupakan akumulasi laporan dari 32 puskesmas di wilayah Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Zulhendra Dasat melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elfian menjelaskan, berdasarkan laporan harian puskesmas, pada 16 September 2026 terdapat 143 kasus ISPA, terdiri dari 69 laki-laki dan 74 perempuan.

"Data ini merupakan laporan yan dihimpun dari seluruh puskesmas di Kabupaten Kampar. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk melihat perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, termasuk dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," jelas Elfian.

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Kesehatan Kampar, pada periode 1–15 September 2026 tercatat 1.597 kasus ISPA, terdiri dari 784 laki-laki dan 813 perempuan. Dengan tambahan 143 kasus pada 16 September, total kasus ISPA hingga 16 September mencapai 1.740 kasus.

Pada laporan 16 September, selain ISPA, juga tercatat satu kasus konjungtivitis, sementara tidak terdapat laporan kasus pneumonia, iritasi kulit maupun asma yang tercatat dalam laporan tersebut.

Advertisement

Elfian mengatakan, Dinas Kesehatan terus meminta seluruh puskesmas untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kondisi kesehatan masyarakat secara rutin, baik ketika terdapat kejadian karhutla maupun tidak.

"Puskesmas wajib melaporkan kondisi di wilayah kerjanya setiap hari. Data tersebut menjadi bahan pemantauan dan evaluasi Dinas Kesehatan dalam mengantisipasi dampak kesehatan akibat kondisi lingkungan," katanya.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya ketika kualitas udara menurun akibat asap. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Bangkinang mencapai 203 atau masuk kategori sangat tidak sehat, Kamis (17/9/2026). Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.



Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Sepanjang Musibah Kabut Asap akibat Karhutla, 2.394 warga Inhu Terserang ISPA

Sepanjang Musibah Kabut Asap akibat Karhutla, 2.394 warga Inhu Terserang ISPA

2.394 warga Inhu terserang ISPA sepanjang musibah kabut asap akibat Karhutla. Puskesmas Air Molek paling banyak menangani kasus, 407 orang. 

ISPA Capai 52 Kasus, Warga Diimbau Waspada Dampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

ISPA Capai 52 Kasus, Warga Diimbau Waspada Dampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

ISPU Kabupaten Kampar kini masuk katagori berbahaya. ISPA pun telah mencapai 52 kasus. Diskes imbau warga waspada asap Karhutla

Minta Pemko Pekanbaru Proaktif Layani Kesehatan

Minta Pemko Pekanbaru Proaktif Layani Kesehatan

DPRD Pekanbaru desak Pemko proaktif jemput bola layanan kesehatan hadapi ribuan kasus ISPA akibat buruknya kualitas udara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer