Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas Udara Berbahaya, Disdikpora Kampar Terapkan PJJ 8–9 Oktober

K
Penulis: Kamaruddin❯
Plt Kadisdikpora Helmi bersama Sekretaris Disdikpora Zulkifli saat rapat membahas pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di ruang rapat Disdikpora Kampar, Rabu (7/10/2026).(Kamaruddin/Riaupos.co)
Plt Kadisdikpora Helmi bersama Sekretaris Disdikpora Zulkifli saat rapat membahas pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di ruang rapat Disdikpora Kampar, Rabu (7/10/2026).(Kamaruddin/Riaupos.co)

Advertisement

 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah terdampak kabut asap pada Kamis–Jumat, 8–9 Oktober 2026.

Kebijakan ini diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara atau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di masing-masing kecamatan.

Advertisement

Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar Helmi SH MH mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah perlindungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik menyusul kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar yang masuk kategori berbahaya.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi perhatian utama. Untuk sekolah yang berada di wilayah terdampak, pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring atau pembelajaran jarak jauh sesuai dengan kondisi kualitas udara di kecamatan masing-masing,” ujar Helmi, Rabu (7/10/2026).

Advertisement

Menurutnya, satuan pendidikan yang berada di kecamatan yang tidak terdampak kabut asap tetap melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Meski demikian, pihak sekolah diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan belajar dengan memastikan sirkulasi udara di ruang kelas berjalan baik, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta mengingatkan peserta didik untuk memperbanyak konsumsi air putih.

Sementara itu, bagi peserta didik di wilayah terdampak yang mengikuti pembelajaran secara daring, Disdikpora meminta orang tua atau wali murid memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

“Kami mengimbau orang tua untuk ikut mengawasi anak selama pembelajaran daring. Anak-anak sebaiknya tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar sampai kondisi udara membaik,” katanya.

Helmi juga mengingatkan peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk segera mendapatkan penanganan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap, seperti batuk, sesak napas, pusing, maupun iritasi mata.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Disdikpora Kampar Bergerak Cepat Bangun Ruang Belajar Baru Sekolah Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung 

Disdikpora Kampar Bergerak Cepat Bangun Ruang Belajar Baru Sekolah Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung 

Pemerintah Kabupaten Kampar bergerak cepat menindaklanjuti kondisi sekolah kelas jauh SDN 007 Desa Sungai Agung yang sebelumnya viral

Dinding Masih Triplek, Disdikpora Kampar Janji Bangun Dua Kelas Permanen SDN 007 Sungai Agung

Dinding Masih Triplek, Disdikpora Kampar Janji Bangun Dua Kelas Permanen SDN 007 Sungai Agung

Disdikpora Kampar memastikan akan membangun dua ruang kelas permanen untuk kelas jauh UPT SDN 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung

Kabut Asap Karhutla Mengganggu, Disdikpora Kampar Izinkan Siswa Dipulangkan Lebih Awal

Kabut Asap Karhutla Mengganggu, Disdikpora Kampar Izinkan Siswa Dipulangkan Lebih Awal

Disdikpora Kampar mengizinkan siswa dipulangkan lebih awal akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla),

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer