
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat nihil kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar pada Rabu (21/10/2026).
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
Berdasarkan laporan harian BPBD Kabupaten Kampar yang diperbarui hingga pukul 16.00 WIB, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi cerah berawan dengan suhu berkisar 29–30 derajat Celsius, kelembapan 71 persen, serta kecepatan angin 6,6 kilometer per jam dari arah timur. Sementara itu, titik panas (hotspot) dilaporkan nihil.
Baca Juga: Awal November, 3 Ranperda Rohul Mulai Dibahas Dewan, Dua Lewat Pansus, Ini Penjelasan Sekwan
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Kampar, Adi Chandra Lukita, menyampaikan bahwa meskipun belum terdapat laporan kejadian bencana, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Berdasarkan laporan pemantauan hari ini, belum ada kejadian bencana hidrometeorologi yang tercatat di Kabupaten Kampar. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelas Adi Candra.
Selain memantau potensi bencana, BPBD Kampar juga mencermati kondisi kualitas udara. Berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 15.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat sebesar 177 dengan parameter kritis PM2.5. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama bagi kelompok sensitif, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diharapkan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat 76,19 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun aliran keluar melalui turbin (outflow turbine) dan aliran masuk waduk (inflow waduk) masing-masing tercatat sebesar 306,97 meter kubik per detik.
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun menimbulkan bencana.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




