Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sinergi Pengawasan, Bulog Kampar Pastikan Distribusi Beras SPHP Lancar dan Tepat Sasaran

K
Penulis: Kamaruddin❯
Pimpinan Perum Bulog Cabang Kampar Dani Permana (kanan) bersama Satgas Pangan Polres Kampar, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Koperasi dan UMKM melakukan monitoring dan pengecekan harga beras SPHP ke Pasar Inpres Bangkinang, Jumat (30/10/2026). (Bulog Cabang Kampar untuk Riaupos.co)
Pimpinan Perum Bulog Cabang Kampar Dani Permana (kanan) bersama Satgas Pangan Polres Kampar, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Koperasi dan UMKM melakukan monitoring dan pengecekan harga beras SPHP ke Pasar Inpres Bangkinang, Jumat (30/10/2026). (Bulog Cabang Kampar untuk Riaupos.co)

Advertisement

 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kampar bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Koperasi, serta Satgas Pangan Polres Kampar menggelar monitoring dan pengecekan langsung ke Pasar Inpres Bangkinang pada Jumat (30/10/2026).

 Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar serta ketersediaannya terjaga di toko-toko pasar.  

Advertisement

Pimpinan Perum Bulog Cabang Kampar Dani Permana menjelaskan, pemantauan ini dilaksanakan secara rutin setiap pekan bersama instansi terkait dan Satgas Pangan. Hal ini merupakan bentuk pengawasan lanjutan dari langkah penertiban penyaluran beras SPHP secara nasional demi mencegah potensi penyimpangan. 

"Kita bersama tim dari dinas terkait dan Satgas Pangan Polres Kampar melakukan pengecekan stok di seluruh mitra penyalur dan mengingatkan kembali kepada pedagang untuk mematuhi ketentuan penjualan beras SPHP," ujar Dani.  

Advertisement

Ia juga mengimbau pedagang untuk selalu menjaga keaslian produk, tidak membuka kemasan, tidak mengoplos beras, serta memastikan penjualan sesuai dengan harga dan ketentuan yang telah ditetapkan.  

Berdasarkan hasil pemantauan dan pengecekan tim di lapangan, harga beras SPHP tercatat berada di kisaran Rp62.000 hingga Rp63.000 per kemasan 5 kg, atau setara dengan Rp12.400 hingga Rp12.600 per kilogram. Angka tersebut dipastikan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp13.100 per kilogram.  

Raihan, salah seorang pedagang sekaligus mitra Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog di Pasar Inpres Bangkinang, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemesanan beras SPHP ke Bulog setiap pekan sebanyak 1 ton hingga 2 ton, menyesuaikan kapasitas gudang toko.  

"Beras SPHP kami jual ke konsumen dengan harga Rp63.000 per pack 5 kg dan tidak bisa diecer kiloan karena harganya sudah murah dan kemasannya sudah cukup bagus," terang Raihan.  

‘’Ke depannya, Perum Bulog KC Kampar berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan pengawasan bersama instansi terkait. Langkah ini mencakup pemantauan ketat pada jalur distribusi hingga kepatuhan para mitra penyalur,’’ ungkap Dani.  

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Kampar Sediakan 2 Ton Beras SPHP dan 1.200 Liter Minyakita dalam GPM

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Kampar Sediakan 2 Ton Beras SPHP dan 1.200 Liter Minyakita dalam GPM

Bulog Kampar sediakan 2 ton beras SPHP dan 1.200 liter Minyakita dalam GPM. Kegiatan digelar untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat

Pastikan Penyaluran Beras SPHP Berjalan, Bulog Rengat Lakukan Monitoring 

Pastikan Penyaluran Beras SPHP Berjalan, Bulog Rengat Lakukan Monitoring 

Bulog Rengat melakukan monitoring harga pasar beras SPHP dan Minyakita. Monitoring untuk memastikan penyaluran beras sesuai aturan

Sempat Terjadi Kendala, Kini Penyaluran Beras SPHP di Pekanbaru Kembali Normal

Sempat Terjadi Kendala, Kini Penyaluran Beras SPHP di Pekanbaru Kembali Normal

Beberapa waktu terakhir masyarakat Pekanbaru mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer