
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan nihil kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar hingga Selasa (3/11/2026) sore.
Meski tidak terdapat laporan kejadian bencana, BPBD Kampar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan kondisi cuaca serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyampaikan, bahwa berdasarkan laporan pemantauan harian, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar secara umum diprakirakan cerah. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Baca Juga: PIP Tak Tersalurkan hingga Dikembalikan ke Negara, DPRD Inhil Ancam Panggil Kepala Sekolah
"BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, khususnya di sebagian wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu dan XIII Koto Kampar. Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca," ujar Adi Candra.
Ia menjelaskan, sebagai langkah antisipasi, Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops BPBD Kabupaten Kampar terus melaksanakan patroli kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dilakukan di sepanjang Jalan Lintas Petapahan-Bangkinang, Kecamatan Bangkinang.
Selain patroli lapangan, BPBD Kampar juga melakukan pemantauan titik panas (hotspot). Berdasarkan laporan hingga pukul 16.00 WIB, titik hotspot terpantau nihil.
Sementara itu, berdasarkan data pemantauan kualitas udara AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 15.00 WIB, nilai ISPU tercatat sebesar 62 dengan kategori sedang. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2.5.
BPBD Kampar juga terus memantau kondisi Waduk PLTA Koto Panjang. Berdasarkan pembaruan data pukul 14.00 WIB, elevasi waduk berada pada 76,11 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan outflow turbine sebesar 297,36 meter kubik per detik dan inflow waduk sebesar 143,94 meter kubik per detik.
Adi Candra menegaskan bahwa BPBD Kampar terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna mengantisipasi potensi bencana, baik akibat cuaca ekstrem maupun kebakaran hutan dan lahan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




