BANGKINANG (RIAUPOS.POS) – AKBP Mihardi Mirwan salah satu dari beberapa Kapolres yang masuk dalam daftar telegram mutasi di tubuh Polri. Baru sekitar dua bulan menjabat sebagai Kapolres Kampar, Mihardi Mirwan langsung dimutasi sebagai Kabagwassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Mutasi Kapolres Kampar AKBP Mihardi Mirwan dikaitkan dengan kejadian kabur 11 tahanan dari sel tahanan Mapolres Kampar pada Mei 2025 lalu. Dari 11 tahanan yang kabur tim pemburu dari Polda Riau dan Polres berhasil meringkus sembilan tahanan.
Dua tahanan yang belum berhasil ditangkap atas nama Asep Irawan bin Karsa alias Nasib terkait kasus tindak pidana narkotika dan Jon Afliyadi yang juga terlibat tindak pidana narkotika.
Bantuan uang sekolah ini diserahkan langsung kepada Kepala MTs Muhammadiyah Drs H Zulfahmi untuk kemudian disalurkan kepada orang tua/wali murid yang berhak menerimanya.
Salah satu penerima bantuan adalah Yunasri, warga Desa Ranah Singkuang, yang menerima bantuan untuk membayar uang sekolah anaknya, Rafi Nasri (16 ) dan ini merupakan wujud nyata dari bakti pendidikan AKBP Mihardi bagi masyarakat dengan memberikan bantuan uang sekolah kepada yang membutuhkan.
Selain itu, juga membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat. Silaturahmi dengan wartawan PWI Kabupaten Kampar menjadi contoh nyata komitmennya terhadap transparansi informasi dan dialog terbuka. Keterbukaan ini menunjukkan keinginannya untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendapatkan dukungan dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.
Kepemimpinan AKBP Mihardi Mirwan juga ditandai dengan kebijaksanaan dalam menangani konflik. Dengan mengutamakan musyawarah mufakat, berhasil menciptakan suasana damai dan menyelesaikan permasalahan secara adil dan bijaksana.
Ini menunjukkan keahliannya dalam membangun konsensus dan memperkuat persatuan di masyarakat.
Meskipun masa jabatannya sebagai Kapolres Kampar singkat, AKBP Mihardi Mirwan sudah meninggalkan warisan kepemimpinan humanis yang berkesan.(kom)
Editor : Edwar Yaman