Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Melandai ke 81,46 mdpl, Dua Pintu Spillway Masih Dibuka 50 Cm

Kamaruddin • Rabu, 14 Januari 2026 | 22:25 WIB
Manajemen Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang masih mempertahankan pembukaan pintu pelimpahan (spillway gate) hingga Rabu malam (14/1/2026).
Manajemen Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang masih mempertahankan pembukaan pintu pelimpahan (spillway gate) hingga Rabu malam (14/1/2026).

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Manajemen Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (UL PLTA) Koto Panjang masih mempertahankan pembukaan pintu pelimpahan (spillway gate) hingga Rabu malam (14/1/2026).

Langkah ini diambil guna menstabilkan elevasi waduk yang saat ini mulai menunjukkan tren penurunan namun masih berada di atas ambang batas normal.

Berdasarkan data operasional hingga pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di level 81,46 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Meskipun mengalami penurunan tipis dibandingkan posisi pagi hari, pihak manajemen belum memutuskan untuk menutup pintu air guna memastikan keamanan struktur bendungan.

Manager PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah merincikan bahwa aktivitas pembuangan air (outflow) dilakukan secara terukur melalui dua jalur utama turbin pembangkit dan pintu pelimpahan.

"Sampai pukul 19.00 WIB, elevasi berada di 81,46 mdpl. Kami masih membuka dua pintu pelimpahan dengan ketinggian masing-masing 50 sentimeter," ujar Dhani.

Secara teknis, total air yang keluar dari waduk (Total Outflow) tercatat sebesar 374,83 m3/s. Angka ini merupakan gabungan dari Outflow Turbine sebesar 228,55 m3/s, dan Outflow Spillway sebesar 146,28 m3/s.

Jumlah tersebut setara dengan debit air yang masuk (Inflow) ke waduk yang juga berada di angka 374,83 m3/s, sehingga kondisi waduk saat ini berada dalam status seimbang (balance).

Jika menilik data sepanjang Rabu (14/1/2026), tekanan air dari hulu cenderung stabil namun lebih rendah dibandingkan hari Selasa (13/1/2025). Pukul 07.00 WIB, elevasi tertahan di 81,49 mdpl dengan inflow 374,37 m3/s.

Pukul 13.00 WIB, elevasi tetap di 81,49 mdpl dengan sedikit penurunan inflow ke 372,14 m3/s. Pukul 19.00 WIB, elevasi berhasil turun ke 81,46 mdpl meski inflow sedikit naik ke 374,83 m3/s.

Kondisi ini jauh lebih tenang dibandingkan Selasa (13/1/2026) malam, di mana inflow sempat menyentuh angka tinggi sebesar 488,24 m3/s dengan elevasi mencapai 81,59 mdpl. Penurunan debit masuk ini mengindikasikan bahwa curah hujan di wilayah hulu, terutama di area tangkapan air Sumatera Barat, mulai berkurang.

Penurunan elevasi waduk ini juga memberikan dampak positif bagi wilayah hilir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan bahwa sejauh ini tidak ada ancaman banjir yang signifikan di sepanjang aliran sungai.

Kalaksa BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menegaskan bahwa aliran Sungai Kampar, Sungai Subayang, dan Sungai Tapung terpantau dalam status aman.

"Pantauan kami di lapangan menunjukkan intensitas hujan sudah mulai berkurang. Ini sangat berpengaruh terhadap penurunan muka air sungai, sehingga kondisi saat ini masih kondusif bagi masyarakat," jelas Adi Candra.

Meski demikian, masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pinggiran sungai tetap diminta untuk tidak lengah. Manajemen PLTA Koto Panjang akan terus memantau perkembangan cuaca secara real-time sebelum memutuskan untuk menambah atau menutup bukaan pintu air. (kom)

Editor : M. Erizal
#pintu pelimpahan plta koto panjang #waduk plta koto panjang #plta kotonpanjang kampar