BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Manajemen PLTA Koto Panjang menjadwalkan penutupan seluruh pintu pelimpah (spillway gate) waduk pada Jumat (22/1/2026) siang. Langkah ini diambil menyusul penurunan elevasi waduk akibat berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah hulu.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan yang dilakukan pada Rabu (21/1/2026).
"Berdasarkan hasil pembahasan tim, diputuskan bahwa dua pintu pelimpahan yang sebelumnya dibuka setinggi 50 sentimeter akan ditutup total pada Jumat (22/1/2026) pukul 14.00 WIB," ungkap Dhani.
Dengan ditutupnya pintu pelimpah tersebut, debit air yang mengalir ke arah hilir akan berkurang secara signifikan. Pihak manajemen memperkirakan akan terjadi penurunan permukaan Sungai Kampar antara 20 hingga 30 sentimeter dari kondisi terakhir.
Meski demikian, hingga Rabu siang, pintu pelimpah masih dipertahankan terbuka demi menjaga stabilitas elevasi sebelum penutupan resmi dilakukan besok.
Berdasarkan data teknis pada Rabu (21/1), terpantau tren penurunan debit air masuk (inflow) yang sangat drastis dari pagi hingga siang hari pukul 07.00 WIB, elevasi berada di level 80.26 MDPL dengan inflow sebesar 155.41 m^3/s.
Baca Juga: Pelalawan Sumbang Hotspot, Riau Berpotensi Hujan Ringan
Pukul 13.00 WIB, elevasi turun ke level 80.21 MDPL dengan inflow sisa 43.56 m3/s. Saat ini, total pengeluaran air (total outflow) masih berada di angka 351.13 m3/s, yang merupakan gabungan dari outflow turbin dan bukaan dua pintu pelimpah.
Pihak PLTA Koto Panjang tetap mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk tetap waspada dan memperhatikan perubahan ketinggian air saat pintu ditutup nantinya.