Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dugaan PMK Muncul, Tim Keswan Kampar Turun ke Desa Kualu

Kamaruddin • Kamis, 26 Februari 2026 | 15:45 WIB

Plt Kabid Keswan, Azto
Plt Kabid Keswan, Azto

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar bergerak cepat merespons laporan dugaan kematian ternak di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, dengan menerjunkan tim guna memastikan penyebab kejadian dan mencegah potensi penyebaran penyakit.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim SPt melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) Azto SPt mengatakan, sebanyak lima petugas sudah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap ternak di lokasi.

"Kami turun untuk memastikan apakah benar ada ternak yang mati dan apa penyebabnya. Tim melakukan pengecekan kondisi ternak, lingkungan kandang, serta menggali informasi dari peternak setempat," ujar Azto di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).

Azto menjelaskan, secara kasatmata jenis penyakit pada ternak tidak mudah diidentifikasi karena sejumlah penyakit memiliki gejala yang mirip. Penyakit yang berpotensi menyerang ternak antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Septicaemia Epizootica (SE), maupun penyakit lainnya.

"Gejalanya kadang hampir sama, sehingga tidak bisa langsung disimpulkan apakah itu PMK atau penyakit lain. Biasanya dokter hewan yang berpengalaman dapat menduga jenis penyakitnya. Untuk memastikan, bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium," jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi kesehatan ternak sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi dan pola pemberian pakan. Menurutnya, masih ditemukan ternak yang hanya diberi pakan sekadarnya untuk mempertahankan hidup, bukan untuk menunjang produksi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Jika pakan cukup, bukan hanya untuk kebutuhan hidup pokok, tetapi juga untuk produksi dan menjaga kesehatan, ternak akan lebih kuat. Idealnya pakan diberikan lebih dari 10 persen dari berat badan dengan kandungan gizi yang memadai," terangnya.

Selain faktor pakan, lingkungan kandang juga berperan penting. Kandang yang lembap, kotor, dan tidak terjaga kebersihannya dapat mempercepat penyebaran penyakit.

"Kalau pakan tidak cukup dan lingkungan tidak mendukung, ternak mudah terserang penyakit, bahkan bisa berujung kematian. Karena itu, selain pakan berkualitas, kebersihan lingkungan juga wajib diperhatikan," tambahnya.

Dalam upaya pencegahan, Disbunnak Keswan Kampar terus melaksanakan vaksinasi, khususnya vaksin PMK. Program vaksinasi tahun ini merupakan kegiatan pemerintah provinsi dan saat ini sedang berjalan.

"Kami rutin melaksanakan vaksinasi, terutama untuk PMK. Tahun ini juga ada program vaksinasi dari provinsi dan sedang berlangsung. Kami berharap peternak memanfaatkan kesempatan ini," katanya.

Azto juga mengimbau para peternak agar segera melapor apabila menemukan ternaknya sakit. Laporan dapat disampaikan kepada petugas lapangan, Puskeswan, maupun melalui perangkat desa setempat.

"Jika tidak dilaporkan, kami tidak mengetahui adanya ternak yang sakit. Begitu ada laporan, petugas pasti datang. Jangan menunggu sampai kondisinya parah atau terjadi kematian," tegasnya.

Ia mengakui, sebelumnya belum menerima laporan resmi terkait kasus di Desa Kualu. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran peternak untuk proaktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan.

Azto menambahkan, kasus penyakit ternak bersifat fluktuatif. Pada 2021, kasus PMK sempat meningkat, kemudian menurun pada tahun-tahun berikutnya, meski masih ditemukan kasus sporadis. Penyebaran penyakit dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk lalu lintas ternak antar daerah serta kebersihan alat angkut. "Penyakit bisa datang dari mana saja, termasuk dari pergerakan ternak keluar-masuk daerah. Karena itu, pengawasan, vaksinasi, pakan berkualitas, dan kebersihan kandang menjadi kunci utama," tegasnya.

 

Editor : Rinaldi
#desa kualu #Penyakit PMK #Tim Kesehatan Hewan