Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mitra MBG Sebut Masalah Utama Keterlambatan Distribusi

Kamaruddin • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:25 WIB

ANASRIL
ANASRIL


KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yayasan Al Fatah melalui juru bicara Anasril menyampaikan klarifikasi resmi terkait polemik menu pical yang disebut basi.

Anasril menegaskan bahwa pihaknya hanya bertindak sebagai mitra pendukung program, bukan pengelola teknis dapur.  Menurutnya, seluruh operasional dapur mulai dari penyusunan menu, pengolahan kandungan gizi, hingga distribusi makanan menjadi kewenangan dan tanggung jawab Badan Gizi Nasional (BGN) melalui staf serta Kepala Satuan Pelayanan Teknis Gizi (SPTG).

”Sebagai mitra, kami dipercaya dalam pemenuhan kebutuhan pendukung program. Kami tidak memiliki kewenangan mengatur teknis dapur, menu, ataupun komposisi gizi. Itu sepenuhnya ranah BGN,” ujar Rabu (26/2) malam.

Terkait menu pecel yang dipersoalkan, ia menjelaskan bahwa hidangan tersebut merupakan menu lokal yang diusulkan oleh sebagian masyarakat Sungai Tonang. Namun dalam pelaksanaannya, dilakukan penyesuaian bahan dengan menambahkan kentang, menyesuaikan anggaran dan kemampuan pengolahan di dapur.

Proses pengolahan yang cukup panjang, mulai dari pengirisan, penggorengan, penirisan minyak hingga pengemasan, disebut memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Hal itu berdampak pada keterlambatan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Editor : Arif Oktafian
#Yayasan Al Fatah #Keterlambatan Distribusi #Mitra MBG #BGN