KEPULAUAN MERANTI

Insentif Kemenkes Tak Kunjung Cair

Kepulauan Meranti | Selasa, 07 Juli 2020 - 11:38 WIB

Insentif Kemenkes Tak Kunjung Cair
Salah seorang petugas medis membimbing seorang PDP Covid-19 menuju kapal untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan. Soleh Saputra/Dok Riau Pos


SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Masuk bulan ke empat sejak dilanda pandemi Covid-19 hingga Senin (6/7), insentif untuk ratusan orang tenaga medis yang tergabung dalam gugus tugas di Kepulauan Meranti tak kunjung cair. 

Informasi tersebut dilansir dari keterangan Kepala Bidang Sumberdaya Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, M Sardi kepada Riau Pos. 


Menurutnya, saat ini daftar tenaga medis terkait sudah diusulkan sebelum 30 Juni 2020 lalu. Untuk Maret 2020 diajukan 343 nama, April 2020 sebanyak 361 nama. Lanjut Mei 2020 ada 278 nama diusulkan untuk menerima insentif yang dimaksud. 

Usulan berdasarkan SK yang diterbitkan oleh RSUD, Puskemas dan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti. Adapun profesi yang diusulkan olehnya mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga jajaran dinas kesehatan yang bertugas untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. 

“Sebelum akhir bulan lalu telah kita usulkan ke kementerian. Usulan berdasarkan SK yang telah diterbitkan oleh RSUD, Puskemas dan Diskes. Kalau di kita lebih kepada tenaga PE. Beda dengan RSUD dan Puskemas yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan,” ujarnya.

Menurutnya hasil koordinasi melalui webinar dirinya dengan kementerian, jika usulan terdapat masalah maka pihak kementerian akan lakukan pemberitahuan agar bisa dilakukan perbaikan. Namun hingga saat ini tidak ada. Dengan demikian pihaknya masih menunggu hasil dari usulan tersebut.

“Katanya akan ada pemberitahuan jika ada perubahan. Tapi hingga kini tak ada. Makanya kita tunggu realisasinya saja,” ungkap Sardi.

Bentuk realisasinya juga, insentif akan dikirim langsung ke masing-masing nomor rekening tenang medis terkait. Pada intinya tidak melalui perantara.

Selain itu untuk besaran insentif yang diberikan bervariasi sesai fungsinya masing masing. Sardi menggambarkan, jika besaran insentif yang akan diterima tenaga PE berkisar Rp5 juta, sementara untuk dokter, bidan dan perawat ia mengaku lupa. 

“Untuk besaran insentif bervariasi. Namun untuk PNS dan PNS saja saja besarannya selagi memiliki fungsi yang sama. Kalau PE itu berkisar Rp5 juta. Dengan demikian kita harap dalam waktu dekat bisa cair. Untuk tenaga medis kami minta bisa bersabar,” ujarnya.(wir)

 



youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-06.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com