Pandemi Covid, Jumlah Hewan Kurban di Meranti Malah Meningkat Tajam

Kepulauan Meranti | Rabu, 21 Juli 2021 - 19:02 WIB

Pandemi Covid, Jumlah Hewan Kurban di Meranti Malah Meningkat Tajam
Petugas pelakukan post mortem saat penyembelihan hewan kurban di Kepulauan Meranti, Selasa (20/7/2021). (WIRA SAPUTRA/RIAUPOS.CO)

SELATPANJANG (RIAU POS.CO) - Krisis ekonomi masa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada jumlah hewan kurban di Kepulauan Meranti. Sebaliknya, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini justru meningkat.

Kondisi tersebut seakan mengonfirmasi bahwa kondisi krisis selalu meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan tengah perayaan Iduladha tahun ini.


Ini tergambar dari data yang di himpun oleh Riau Pos, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti, Rabu (21/7/21) siang.

Seperti 2020 lalu, total hewan kurban di daerah setempat hanya 852 ekor. Jumlah itu terdiri dari 458 ekor sapi, 385 kambing dan 9 ekor kerbau. Sementara jumlah hewan kurba tahun ini, 2020 sebanyak 1.021 ekor. Jumlah ini terdiri dari 583 ekor sapi, 427 kambing, dan 10 ekor kerbau.

"Ya bertambah 169 ekor dari jumlah tahun lalu sebanyak 852 ekor saja. Artinya tahun ini 1.021," ujar Kabid Kepala Bidang Peternakan DKPTPP drh Syafrilia Wulandari di hari yang sama.

Walaupun demikian hasil dari pemeriksaan atau post mortem pihaknya telah mendapati hewan kurban yang tidak sehat, yakni terkonfirmasi mengandung cacing hati. Namun pemeriksaan tidak tidak dilakukan seluruhnya mengingat minimnya petugas pemeriksaan.

Pemeriksaan hewan kurban tersebut hanya melibatkan enam orang dokter hewan dibantu paramedis, dan honor bidang peternakan di masing-masing tempat pemotongan hewan kurban.

"Dari 168 ekor sapi, kambing 158 serta 4 ekor kerbau yang diperiksa, petugas menemukan enam hewan kurban yang mengandung cacing hati," ungkapnya.

Menurut Syafrilia, meski penyakit tersebut bukan kategori penyakit zoonosis atau tidak menular ke manusia, namun secara etika pada bagian tersebut tidak layak dikonsumsi. Sehingga mereka telah menyarankan panita kurban untuk membuangnya.

"Kalau di hati hewan kurban itu ditemukan cacing hati ya pada bagian tersebut kita buang. Karena tidak layak konsumsi. Kalau dikonsumsi ya takutnya malah terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita mencegah saja supaya bagian yang tidak layak ini tidak dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor: Erwan Sani


Bank BJB

Pemkab Rokan Hulu




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com