Serunya Festival Perang Air di Meranti Jadi Helat Pemersatu

Kepulauan Meranti | Minggu, 22 Januari 2023 - 19:29 WIB

Serunya Festival Perang Air di Meranti Jadi Helat Pemersatu
Mulainya Festival Perang Air di Meranti, Ahad (22/1/2023) sore. (WIRA SAPUTRA/RIAUPOS.CO)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Festival Perang Air sempena Imlek di Kepulauan Meranti dimulai, Ahad (22/1/2023) sore. Sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota Kepulauan Meranti dipenuhi ribuan warga saling siram, hingga terpantau cukup semarak.

Rute festival melingkar di Kecamatan Tebingtinggi,. Ruas jalan yang dilelewati, Jalan Ahmad Yani, Diponegoro, Kartini, dan Imam Bonjol, satu arah diikuti oleh semua kalangan usia yang berasal dari seluruh suku, ras, dan agama. Artinya tidak hanya warga Tionghoa.

Yamaha Alfa Scorpii

Tokoh masyarakat Tionghoa Tjuan An mengatakan, semua etnis melebur jadi satu dalam festival yang kerap mereka sebut cian cui (perang air) sempena Imlek kali ini.  Semarak hari pertama festival yang akan berlangsung tujuh hari berturut-turut itu bentuk dari kerinduan masyarakat dampak pandemi hingga festival ini sempat ditiadakan tahun lalu.

"Semua melebur. Tidak hanya warga Tionghoa. Semua etnis bersama-sama ikut. Semarak bentuk kerinduan masyarakat karena tahun lalu dibatalkan karena Covid-19," ungkapnya.

Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil menyambut baik atas terlaksananya perang air kali ini. Puncak festival, kata dia, akan dibuka pada 25 Januari mendatang menjadi suatu keharusan.

Alasannya, festival tersebut merupakan satu bukti jika Kepulauan Meranti kaya dengan keberagaman budaya yang mempesona sehingga menjadi pemikat tersendiri bagi wisatawan luar. Bahkan ia mengklaim tingkat kunjungan wisatawan hingga hari akhir tidak kurang dari 50 ribu orang.

"Lima puluh ribu. Dari data operator pelabuhan saat ini masih belasan ribu. Biasanya itu hari ketiga kedatangan besar. Bahkan semua kamar hotel penuh terima pesanan," ungkapnya.

Artinya, kata Adil, terjadi geliat ekonomi yang cukup tinggi hingga hari terakhir mendatang. Bahkan setelah festival akan ada kirab budaya.

"Dampak pertumbuhan ekonomi pasti terjadi. Sehari itu puluhan miliar uang yang berputar di Kepulauan Meranti dampak perayaan Imlek. Makanya, kami dukung ini dengan sejunlah acara besar, seperti Festival Lampion dan Perang Air," ungkapnya.

 

Laporan: Wira Saputra

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

 









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

riaupos-bappeda-bengkalis
dispora rohul -  riau pos



riaupos-kpu meranti

pn bengkalis -  riau pos




Beacukai

Badminton BRI - Riau Pos

riaupos-golkar

riaupos stain bengkalis


EPAPER RIAU POS  30-Januari.jpg





riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com