Ekspor Hasil Perkebunan di Meranti Mulai Meningkat

Kepulauan Meranti | Selasa, 22 Juni 2021 - 09:38 WIB

Ekspor Hasil Perkebunan di Meranti Mulai Meningkat
Salah seorang pengepul pinang ekspor asal Selatpanjang, Supeno, melihat langsung hasil panen petani asal Desa Rangsang, Kepulauan Meranti, beberapa waktu lalu. (WIRA SAPUTRA/RIAU POS)

MERANTI (RIAUPOS.CO) - Jumlah ekspor komoditi perkebunan dan pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami peningkatan pasca anjlok tajam pada 2020 silam.

Adapun sejumlah komoditi yang dimaksud mulai dari kelapa, tepung sagu, hingga buah pinang. Demikian disampaikan oleh Kepala Karantina Tumbuhan dan Hewan Wilker (WIlayah Kerja) Selatpanjang, drh Abdul Azis Nasution kepada Riau Pos, Senin (21/6).


Secara detail Aziz mengungkapkan, untuk hasil perkebunan kelapa, Januari sampai April 2020 lalu sebanyak 5.358.350 kilogram. Sementara pada tahun ini 2021 sejak Januari hingga April mencapai 7.866.000 kilogram.

Lanjut kepada total ekspor pinang pada evaluasi Mei 2020 sebanyak 185 ton dan pada tahun ini meningkat sebesar 291 ton. Sedangkan tepung sagu pada evaluasi Mei 2020 sebesar 2.482 ton meningkat pada 2021 sebesar 4.700 ton.

“Semua komoditi tersebut di­eks­por ke Malaysia. Memang mengalami peningkatan, namun belum berhasil mencapai target nasional yakni 3 kali lipat,” ungkap drh Abdul Azis.

Azis juga mengaku saat ini juga terdapat komoditi baru yang juga diekspor ke Malaysia. Diantaranya, Damar, Salak, Jahe Merah, Biji Kopi, Ragi, Talas dan Madu.

“Agar animo masyarakat Meranti untuk ekspor semakin meningkat dan tinggi, kita juga akan segera melakukan sosialisasi bagi petani. Sehingga mereka bisa melakukan ekspor langsung tanpa ragu. Karena ekspor bisa dilakukan secara perorangan, dan menjadi program secara nasional,” bebernya.

Ditambahkan Fungsional Pemeriksa Tumbuhan, Bangkit Oktavian bahwa sejumlah syarat melakukan ekspor tidak sulit untuk dipenuhi. Bahkan bisa dilakukan secara online (daring) melalui aplikasi.

“Syarat untuk melakukan ekspor di­antaranya permit (izin impor dari negara tujuan),  CV (manifest barang),  PIB (perkiraan harga barang) BL (bill of loading),  dan invoice. Khusus untuk perorangan, KTP dan NPWP. Selain itu ada persyaratan tambahan yakni sertifikat karantina tumbuhan (vitosanitasi),” rincinya.

“Untuk biaya sertifikat karantina hanya Rp10 ribu dan biaya pengecekan. Kalau untuk kelapa hanya Rp2 per kilogramnya,” tambahnya.(wir)

 


Bank BJB

Pemkab Rokan Hulu




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-08-01.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com