Pulau Rangsang dan Rupat Membara

Kepulauan Meranti | Rabu, 26 Februari 2020 - 09:34 WIB

Pulau Rangsang dan Rupat Membara
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman dan pendinginan karhutla di Kecamatan Rupat, Bengkalis, Selasa (25/2/2020). (TIM GABUNGAN KARHUTLA BENGKALIS FOR RIAU POS)

SELATPANJANG  (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Riau. Yakni di Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Lahan yang terbakar mencapai 10 hektare di Pulau Rangsang (Meranti) dan 11 hektare di Pulau Rupat (Bengkalis).

Di Kepulauan Meranti, sejak Senin (24/2) titik api yang membara di wilayah perbatasan Desa Telesung dan Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, belum padam. Semula terdapat empat titik api berstatus konfiden di atas 80 persen oleh data citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Selasa (25/2) siang menyisakan dua titik api.

Pada awalnya bencana tersebut membuat petugas kelabakan. Soalnya kemarin jarak titik api dan permukiman warga cukup berdekatan. Selain permukiman warga, titik api juga hampir merambah lahan konsesi PT Sumatera Riang Lestari (SRL). Akibatnya ratusan tim pemadam yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, MPA, pemcam, pemdes dan masyarakat setempat turun ke lapangan melakukan penanggulangan.

Begitu juga Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK, dan Danramil 02 Tebingtinggi Mayor Inf Irwan tak berhenti melakukan pemadaman hingga Selasa (25/2) dini hari. Gambaran kondisi di lapangan sulit. Menurut Kasi Karhutla dan Kecelakaan BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus titik api tersebar. “Titik api tersebar di dua lokasi yang berbeda. Satu titik di Desa Telesung dan satu titik lainnya di Desa Tj Kedabu. Untuk dua lokasi yang semalam sudah masuk pada proses pendinginan,” ujarnya kepada Riau Pos.

Prediksinya, lahan yang terbakar telah mencapai 10 hektare. Dan mungkin, menurut Eka, luas tersebut besar kemungkinan lebih dari asumsi yang ia beberkan. Soalnya saat ini tim masih fokus melakukan pemadaman. Sementara Kepala Desa Tanjung Kedabu, Miswan mengaku pihaknya masih berbaur dan berjibaku bersama tim pemadam. Pasalnya jarak semula titik api hanya berkisar 300 meter dari permukiman desanya. Namun saat ini, titik api yang berdekatan di permukiman sudah masuki proses pendinginan. Namun api masih menyala di dekat lahan konsesi PT SRL. "Yang dekat dengan permukiman sudah pendinginan. Namun titik api yang dekat dengan lahan konsesi masih menyala. Mungkin sekarang sudah merembet ke ke areal konsesi," ungkapnya.

Berbeda kondisi di desa tetangganya. Yakni Desa Telesung. Titik api dikabarkan berjarak satu kilometer dari permukiman warga. Namun statusnya sama besar dan masih mencekam. Di samping itu diketahui kepala desanya Syamsudin tidak berada di tempat. Ia dikabarkan sedang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kepulauan Meranti.

Kabar itu dibenarkannya. Di lokasi Bimtek, kepada Riau Pos, Aka Hotel, Selasa (25/2) sore, Syamsudin mengaku tidak tahu kondisi terkini tentang bencana yang melanda desanya tersebut. Walupun demikian ia mengaku sebelum meninggalkan desa, memastikan  jika status titik api yang menyala di desanya sejak kemarin telah memasuki proses pendinginan.  "Semalam kami lakukan proses penanggulangan dengan Kapolres. Karena titik api sudah masuk pada proses pendinginan makanya saya putuskan berangkat. Kalau kondisi terakhir saya tidak tau, apakah api muncul lagi saya belum dapat kabarnya," ujarnya.

Sebelum beranjak meninggalkan desanya, Syamsudin juga mengaku telah mengumpulkan perangkat desa, MPA agar terus melakukan penanggulangan.

"Tapi sore ini saya pulang," ungkapnya.

Sementara PT SRL membantah jika titik api telah masuk di wilayah mereka. Walaupun demikian mereka tidak menyangkal arah api dan angin menuju ke konsesi.

"Waduh nggak lah. Sepengetahuan kami, api belum sampai ke konsesi. Saat ini ada 80 personel di lapangan menghalau api, dibantu 5 ekskavator membuat sekat bakar. Memang api mengarah ke konsesi, makanya tim kami sedang fokus dulu di parimeter (perbatasan konsesi). Karena di sekitar parimeter juga yang ada airnya bang dari kanal," ungkap Humas PT SRL Ragil F Samosir.

Upayakan Pemadaman

Tim Gabungan Karhutla Bengkalis hingga kemarin masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di dua titik karhutla. Dua titik ini berada di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara. Hal ini diungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bengkalis Tajul Mudaris kepada Riau Pos, Selasa  (25/2). Menurutnya di Kecamatan Rupat tepatnya di Desa Sukarejo Mesim. "Pemadaman hingga petang kemarin sudah memasuk hari kedelapan. Di mana hingga saat ini petugas masih di lapangan melakukan pemadaman," ungkap Tajul Mudaris.(wir/esi)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  2020-04-05.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com