
PERSOALAN listrik yang berulang kali terjadi di Pulau Padang akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Melalui rapat dengar pendapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Kepulauan Meranti, kemarin (2/6), berbagai pihak duduk bersama membahas solusi atas gangguan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali SE, didampingi Ketua Komisi II DPRD, Syaifi Hasan. Turut hadir anggota Komisi II DPRD yakni Sopandi, Jani Pasaribu, Suji Hartono dan Lianita Muharni. Hadir pula Manager PLN Rayon Selatpanjang Roni Saputra, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH, serta perwakilan Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti.
Pertemuan itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penegasan komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian gangguan kelistrikan yang selama beberapa waktu terakhir mengganggu aktivitas masyarakat di Kecamatan Merbau, khususnya Pulau Padang.
Baca Juga: Meranti Siaga Karhutla, Kesiapan Personel dan Peralatan Diperkuat
Dalam rapat tersebut, DPRD meminta penjelasan langsung dari PLN mengenai penyebab sering terjadinya pemadaman listrik di wilayah Pulau Padang. Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Khalid Ali, menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menghadapi kondisi listrik yang tidak stabil, bahkan kerap mengalami mati-hidup secara berulang dalam waktu singkat.
“Kami sudah memberikan ketegasan kepada pihak PLN agar persoalan ini segera ditangani. Masyarakat tidak boleh terus-menerus dibuat resah dengan kondisi listrik yang hidup mati. Pelayanan harus memberikan rasa nyaman dan tenang bagi warga,” tegas Khalid.
Menurutnya, DPRD hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan pelayanan kelistrikan yang lebih andal. Karena itu, dalam rapat tersebut DPRD memberikan ultimatum kepada PLN agar segera menuntaskan berbagai kendala yang menyebabkan gangguan listrik di Pulau Padang.
Baca Juga: Pameran HikayArt Goro Galeri Hang Nadim 2026, Mencari Makna Gotong-Royong dalam Seni Rupa
“Hari ini kami yang menyampaikan langsung kepada PLN. Jangan sampai nanti masyarakat yang kembali berbicara karena persoalan ini tak kunjung selesai,” ujarnya.
DPRD berharap dalam dua pekan ke depan seluruh kebutuhan perbaikan sistem kelistrikan di Pulau Padang dapat diselesaikan sehingga pasokan listrik kembali normal dan tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski demikian, Khalid mengakui laporan mengenai gangguan listrik masih diterima hingga beberapa hari terakhir. Bahkan berdasarkan informasi yang diterima, kondisi listrik yang mati-hidup masih terjadi di beberapa wilayah Pulau Padang.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Syaifi Hasan, menilai percepatan pemasangan perangkat pengendali jaringan atau sistem proteksi menjadi salah satu langkah strategis yang perlu segera dilakukan PLN.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




