Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Meranti Raih Seroja Awards 2026

W
Penulis: Wira Saputra❯
TERIMA PENGHARGAAN: Kepala BPKAD Kepulauan Meranti Fajar Triasmoko menerima penghargaan Seroja Awards 2026 dari KPKNL Dumai, Rabu (24/6/2026).(Pemkab kepulauan meranti untuk riau pos)
TERIMA PENGHARGAAN: Kepala BPKAD Kepulauan Meranti Fajar Triasmoko menerima penghargaan Seroja Awards 2026 dari KPKNL Dumai, Rabu (24/6/2026).(Pemkab kepulauan meranti untuk riau pos)

Advertisement

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Upaya Peme­rintah Kabupaten Kepulauan Meranti membenahi tata kelola aset daerah mulai menunjukkan hasil nyata. Di tengah dorongan untuk memperkuat akuntabilitas pemerintahan, Pemkab Meranti berhasil meraih Seroja Awards 2026 sebagai Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian Unggulan Kategori Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025.

Penghargaan yang diberikan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai itu menjadi indikator bahwa penataan aset di lingkungan Pemkab Meranti bergerak ke arah yang lebih tertib, terukur, dan profesional.

Advertisement

Baca Juga: PMI Meranti Rentan Jadi Korban TPPO

Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda Forum Konsultasi Publik dan Seroja Awards KPKNL Dumai 2026 di Ballroom The Zuri Hotel Dumai, Rabu (24/6).

Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Fajar Triasmoko menerima langsung penghargaan tersebut.

Capaian ini bukan sekadar penghargaan administratif. Lebih dari itu, penghargaan tersebut mencerminkan adanya perbaikan dalam sistem pengelolaan barang milik daerah, mulai dari pencatatan, penilaian, pengamanan, hingga optimalisasi pemanfaatan aset.

Kepala BPKAD Kepulauan Me­ranti, Fajar Triasmoko, mengatakan penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki tata kelola aset yang selama ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan pemerintahan.

”Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa upaya pembenahan yang kami lakukan berada di jalur yang benar. Tentu masih banyak yang perlu disempurnakan, tetapi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset daerah,” ujarnya.

Menurut Fajar, tantangan pengelolaan aset daerah tidak hanya terletak pada administrasi, tetapi juga bagaimana aset yang dimiliki pemerintah dapat memberikan nilai guna optimal bagi pembangunan dan pelayanan publik.

Karena itu, penataan aset dinilai bukan semata urusan birokrasi, melainkan bagian dari strategi memperkuat fondasi fiskal daerah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Meranti dan Pemprov Riau Bakal Bangun 12 Rumah Korban Abrasi 

Pemkab Meranti dan Pemprov Riau Bakal Bangun 12 Rumah Korban Abrasi 

12 rumah korban abrasi di Kepulauan Meranti bakal dibangun ulang. Bantuan pembangunan itu berasal dari Pemkab Meranti dan Pemprov Riau

Target WTP Pemkab Meranti Meleset 

Target WTP Pemkab Meranti Meleset 

Kabupaten Kepulauan Meranti belum berhasil mendapatkan WTP dari BPK RI. Tahun ini Meranti hanya kembali mendapatkan predikat WDP 

Pemkab Cegah Eskpansi Sawit di Meranti hingga Gagalnya Rencana Pengembangan 5.000 Hektare

Pemkab Cegah Eskpansi Sawit di Meranti hingga Gagalnya Rencana Pengembangan 5.000 Hektare

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengungkapkan pihaknya sempat menemukan upaya pembukaan lahan sawit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer