Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla di Kepulauan Meranti Menggila, Titik Api Menyala di Tenggayun Raya

Wira Saputra • Minggu, 1 Februari 2026 | 20:45 WIB
Petugas memadamlan titik api yang melanda Desa Tenggayun Raya pada Jumat (30/1/2026).
Petugas memadamlan titik api yang melanda Desa Tenggayun Raya pada Jumat (30/1/2026).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, api menghanguskan sekitar 4 hektare hutan dan lahan di Desa Tenggayun Raya sejak Jumat (30/1/2026) lalu. Peristiwa tersebut tercatat sebagai kebakaran dengan luasan terbesar sepanjang akhir Januari 2026.

Asap tebal sempat membubung tinggi dari lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena petugas harus menghadapi medan yang berat serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Api yang cepat menjalar membuat tim gabungan bekerja ekstra agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath SIP, menyampaikan bahwa berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 4 hektare.

“Api sempat membesar, namun berkat kerja keras tim di lapangan, kebakaran berhasil dikendalikan,” ujar Ardath kepada Riaupos.co, Ahad (1/2/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Jarak sumber air dari titik api mencapai ratusan meter, sehingga petugas harus menarik selang hingga sekitar 600 meter.

“Untuk pemadaman, kami menggunakan empat unit mesin ministrike,” jelasnya.

Selain itu, kondisi angin yang berubah-ubah kerap memicu bara api kembali menyala. Oleh karena itu, petugas masih melakukan penjagaan di lokasi guna memastikan api benar-benar padam.

“Angin membuat api bisa hidup kembali kapan saja. Personel sudah dua malam berjaga di lokasi,” tambahnya.

Laporan kebakaran diterima BPBD Kepulauan Meranti pada Jumat siang. Setelah menerima laporan tersebut, BPBD langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan tim ke lokasi kejadian.

Kebakaran di Desa Tenggayun Raya menambah rangkaian karhutla yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Rangsang Pesisir. Sebelumnya, kebakaran lahan terjadi di Desa Kedaburapat seluas sekitar 0,5 hektare dan di Desa Tanah Merah sekitar 0,2 hektare.

Dalam penanganan karhutla ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kepulauan Meranti, unsur kepolisian, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

“Fokus kami memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan,” tutup Ardath.(wir)


Editor : Edwar Yaman
#karhutla #kepulauan meranti #titik api #Tenggayun Raya