SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Tak sampai satu jam setelah gemuruh Festival Perang Air 2026 mereda, pusat Kota Selatpanjang kembali bersih. Jalan Imam Bonjol dan Jalan Ahmad Yani yang sebelumnya dipadati massa dan percikan air, Selasa (17/2/2026), langsung disulap rapi lewat korve lintas sektoral.
Sekitar pukul 17.00 WIB, apel gabungan digelar di halaman Kantor Lantas, Jalan Merdeka. Kegiatan dipimpin Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, mewakili Kapolres. Puluhan personel TNI-Polri, OPD, instansi vertikal, hingga organisasi kemasyarakatan diterjunkan menyisir titik-titik keramaian.
Kompol Detis Mayer Silitonga menegaskan, kebersihan pasca-festival menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan. Menurutnya, perayaan budaya harus diiringi tanggung jawab menjaga lingkungan.
"Festival ini kebanggaan kita bersama. Tapi setelah acara selesai, kita pastikan kota kembali bersih. Ini bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab kita terhadap lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan, korve lintas sektoral tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Di jajaran kepolisian, kegiatan itu juga menjadi bagian dari program Green Policing yang diinisiasi Polda Riau sebagai kampanye kesadaran ekologis.
"Kami ingin memastikan setiap event besar di Meranti tidak hanya sukses pelaksanaan, tetapi juga sukses dalam pengelolaan lingkungannya. Ini yang kita dorong sebagai konsep Green Event," tambahnya.
Korve difokuskan di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Ahmad Yani—dua ruas utama yang menjadi pusat kegiatan perang air. Sampah plastik, botol, dan sisa kemasan dikumpulkan dan diangkut secara bersama-sama.
Menjelang petang, wajah Kota Selatpanjang kembali normal. Lalu lintas lancar, badan jalan bersih, dan aktivitas masyarakat kembali seperti biasa.
Editor : Rinaldi