Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kondisi Jembatan Belum Pulih, Antrean Kempang Alai–Gogok Mengular di H+4 Lebaran

Wira Saputra • Selasa, 24 Maret 2026 | 18:45 WIB

Arus penyeberangan di jalur Alai–Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, dipadati warga hingga menyebabkan antrean panjang, Selasa (24/3/2026) siang.
Arus penyeberangan di jalur Alai–Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, dipadati warga hingga menyebabkan antrean panjang, Selasa (24/3/2026) siang.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Aktivitas masyarakat pada momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah masih menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa (24/3/2026) siang, arus penyeberangan di jalur Alai–Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti dipadati warga hingga menyebabkan antrean panjang.

Lonjakan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan kunjungan silaturahmi di hari keempat Lebaran. Warga dari berbagai desa tampak memadati lokasi penyeberangan, baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua.

Di lapangan, delapan unit kempang yang beroperasi sejak pagi terlihat bekerja maksimal, namun tetap belum mampu sepenuhnya mengurai kepadatan. Kapasitas angkut yang terbatas membuat antrean terus mengular, terutama pada jam-jam sibuk.

 Baca Juga: Karhutla Terjadi di Empat Daerah, Tim Gabungan Masih Lakukan Pemadaman

Salah seorang warga, Andri, mengaku harus menunggu cukup lama untuk bisa menyeberang. Ia menyebut kondisi ini jauh lebih padat dibanding hari biasa.

“Hampir satu jam saya menunggu baru bisa naik. Memang luar biasa ramainya hari ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Erni. Menurutnya, kepadatan yang terjadi saat ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat di masa Lebaran.

“Kalau hari biasa tidak seperti ini. Sekarang semua orang bepergian, jadi wajar lebih padat,” katanya.

Kondisi tersebut tidak terlepas dampak dari ambruknya Jembatan Panglima Sampul di Desa Alai yang ambruk pada Mei 2024 lalu.

Menurutnya, sejak saat itu, penyeberangan menggunakan kempang menjadi satu-satunya alternatif penghubung antara Pulau Tebingtinggi dan Pulau Merbau.

"Kini, hampir dua tahun pascakejadian, jalur kempang masih menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Namun, keterbatasan sarana angkut membuat jalur ini kerap mengalami lonjakan antrean, terutama pada momen besar seperti Idulfitri," terangnya.

Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen, seperti pembangunan kembali jembatan atau penambahan armada penyeberangan. Pasalnya, jalur Alai–Gogok memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga hubungan sosial masyarakat di Kepulauan Meranti.(wir)



Editor : Edwar Yaman
#kepulaua meranti #idulfitri #arus balik