UNTUK COVID-19

IDI Dukung Indonesia Mandiri dalam Penyediaan Alkes

Kesehatan | Selasa, 05 Mei 2020 - 23:50 WIB

IDI Dukung Indonesia Mandiri dalam Penyediaan Alkes
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19 (DOK JAWAPOS.COM)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Indonesia sebentar lagi siap meluncurkan berbagai alat kesehatan untuk uji Covid-19 dan berbagai test kit. Tak hanya itu, karya anak bangsa berupa ventilator dan berbagai obat-obatan hingga pengembangan vaksin yang sudah disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro juga sudah siap meluncur.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga tengah fokus menyusun roadmap Health Security Nasional, sebagai langkah meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri. Selain menciptakan kemandirian bangsa yang akan menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya, juga mengurangi impor dan memberantas praktek mafia alat kesehatan.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mohammad Adib Khumaidi mengapresiasi rencana tersebut. Menurutnya, konsep Health Security Nasional dari BUMN memang harus sudah disiapkan.


"Kita harus apresiasi apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN terkait dengan hal ini karena menyangkut hajat rakyat banyak salah satunya aspek kesehatan," ujar Adib, Selasa (5/4/2020).

Adib menjelaskan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan kemandirian, khususnya dalam bidang kesehatan. Ini diperlukan supaya Indonesia tidak terus-terusan tergantung dengan alat kesehatan dari negara lain.

"Di saat situasi seperti ini kita terlihat sangat tergantung negara lain, apakah itu sarana prasarana, apakah itu alat kesehatan, apakah itu obat-obatan, artinya tergantung dengan impor," katanya.

Untuk membangun sebuah sistem kesehatan, Adib menjelaskan, tidak bisa hanya membangun dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) atau hanya sekadar mengandalkan katakanlah pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga dibutuhkan subsistem logistik.

"Logistik itu salah satunya alkes, obat-obatan serta sarana dan prasarana pendukung didalam kesehatan lainya," katanya.

Adib menegaskan, IDI akan sangat mendukung terkait kebijakan tersebut dengan membantu dalam bentuk penelitian dan pengembangan, dan menjadi bagian dalam pengembangan industri kesehatan Indonesia. Bukan tidak mungkin Indonesia juga akan siap untuk mem-back up dalam bentuk research and development sebagai wujud kemandirian bangsa.

"Jika Indonesia mampu membangun industri kesehatan, banyak sekali yang bisa kita lakukan dan bukan tidak mungkin, harga pelayanan kesehatan dalam tanda kutip bisa diturunkan, itu sangat baik untuk negara, untuk pembiayaan kesehatan ke depan akan bisa ditekan," tukas Adib.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU


Achmad - Idul Fitri

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-06-02.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com