Penelitian Buktikan Akupuntur Mampu Cegah Penyakit Diabetes

Kesehatan | Jumat, 05 Agustus 2022 - 23:00 WIB

Penelitian Buktikan Akupuntur Mampu Cegah Penyakit Diabetes
Ilustrasi akupuntur (ISTIMEWA)

NEW YORK (RIAUPOS.CO) – Akupunktur telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati sejumlah penyakit. Teknik pengobatan yang berasal dari Tiongkok itu umumnya menggunakan jarum untuk melancarkan peredaran darah. Penelitian terbaru mengaitkan manfaat akupuntur untuk penyakit diabetes.

Pusat Kesehatan Nasional AS atau The National Institutes of Health (NIH) mendefinisikan akupunktur sebagai teknik pengobatan Tiongkok tradisional (TCM) dengan merangsang titik-titik tertentu di tubuh dengan memasukkan jarum tipis melalui kulit. NIH mencatat, akupunktur umumnya dianggap aman bila dilakukan praktisi berpengalaman dan terlatih yang menggunakan jarum steril.


Penelitian terbaru dari Edith Cowan University di Australia menemukan bahwa akupunktur dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Meta-analisis, baru-baru ini diterbitkan dalam Holistic Nursing Practice.

Penelitian menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat berkontribusi untuk meningkatkan kontrol glikemik (gula darah) pada individu dengan pradiabetes (orang yang berisiko terkena diabetes).

 

Metode Penelitian


Para peneliti menganalisis lebih dari selusin penelitian sebelumnya yang mencakup efek akupunktur pada lebih dari 3 ribu orang dengan pradiabetes. Temuan mereka menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat secara signifikan menurunkan risiko pradiabetes dan mengurangi kejadian kondisi tersebut.

Selain itu, mereka tidak menemukan laporan reaksi merugikan terhadap akupunktur di antara subjek yang diteliti.

 

Peringatan

Dilansir dari Healthline, Jumat (5/8), NIH memperingatkan bahwa akupunktur yang dilakukan secara tidak benar dapat menyebabkan efek samping yang serius. Akupuntur cocok bagi mereka yang baru mengalami kondisi prediabetes.

”Prediabetes adalah glukosa melebihi normal, namun tidak cukup tinggi untuk dianggap diabetes,” kata ahli endokrinologi di Lenox Hill Hospital di New York City Caroline Messer, kepada Healthline.

”Ini adalah tanda peringatan bahwa tubuh mulai menjadi resisten terhadap insulin,” kata Caroline Messer.

Selain akupuntur, kondisi prediabetes juga dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Paling mudah yakni mengurangi asupan manis dan olahraga teratur.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



DPRD SIAK



EPAPER RIAU POS  9-Gugust.jpg




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com