WABAH CORONA

Ahli Sebut Kasus Covid-19 Kini Cenderung Stabil, Masih Ada yang Tak Mau Divaksin?

Kesehatan | Minggu, 06 Juni 2021 - 14:00 WIB

Ahli Sebut Kasus Covid-19 Kini Cenderung Stabil, Masih Ada yang Tak Mau Divaksin?
(DOK.RIAUPOS.CO)

BAGIKAN



BACA JUGA

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Para ahli mengajak semua masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Dengan semakin banyaknya cakupan vaksinasi, maka virus akan kalah, dan kekebalan kawanan atau herd immunity bisa terwujud.

Berdasarkan pemantauan pascavaksinasi, kasus Covid-19 setelah libur lebaran bulan lalu rata-rata berada di angka 4 ribu hingga 6 ribu kasus sehari. Jumlah itu dinilai cenderung stabil.


“Jumlah masyarakat yang divaksinasi harus terus ditingkatkan,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam dalam webinar baru-baru ini.

Ari menilai, tren di banyak negara mengalami penurunan angka kematian atau rawat inap itu adalah salah satu dampak positif dari vaksinasi. “Kini kita lihat tren kasus stabil di masyarakat itu karena dampak vaksin. Angka Covid-19 bisa ditekan karena vaksin. Semoga ini bisa terus dikejar,” jelas Ari.

“Vaksin Gotong Royong juga harus terus didorong. Protokol kesehatan di perkantoran mesti konsisten,” tambahnya.

Ia menilai perkantoran agar selalu disiplin dalam membatasi jumlah orang kerja dalam ruangan. Para karyawan juga harus disiplin dalam satu ruangan kerja. “Kalau tak patuh, akan muncul klaster perkantoran. Seperti belakangan muncul klaster publik ya dari halal bihalal, silaturahmi,” jelasnya.

Ia menilai perkantoran agar selalu disiplin dalam membatasi jumlah orang kerja dalam ruangan. Para karyawan juga harus disiplin dalam satu ruangan kerja. “Kalau tak patuh, akan muncul klaster perkantoran. Seperti belakangan muncul klaster publik ya dari halal bihalal, silaturahmi,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan perkembangan pandemi mulai menunjukkan perubahan tren jumlah kasus positif dan jumlah kesembuhan. Sejauh ini, testing terus ditingkatkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama terhadap masyarakat yang baru pulang dari perjalanan mudik.

Untuk cakupan testing tingkat nasional saat ini, capaiannya sudah meningkat dan mencapai 132 persen dari standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). “Ini jumlah testing tertinggi di Indonesia sejak awal pandemi,” kata Prof Wiku.

Sangat diharapkan capaian testing ini diikuti upaya maksimal dalam pemantauan dan pengawasan terhadap masyarakat yang melakukan kewajiban karantina 5 x 24 jam. Pengawasan ini juga perlu dilakukan mengingat masih terjadinya kenaikan tren mobilitas ke pusat perbelanjaan pasca 6 hari Idul Fitri.

Baik pelaksanaan kebijakan berlapis seperti pembatasan mobilitas penduduk dan paritispasi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. “Bahwa, keberhasilan tidak akan tercapai apabila tidak ada sinergi dari seluruh lapisan masyarakat,” kata Prof Wiku.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman


Bank BJB

Pemkab Rokan Hulu




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  31-juli.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com