KESEHATAN

Pergantian Gigi Susu

Kesehatan | Minggu, 08 Agustus 2021 - 11:00 WIB

Pergantian Gigi Susu
drg Agustina V S Sitohang SpKGA (Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Awal Bros Pekanbaru) (RS AWAL BROS FOR RIAUPOS.CO)

UMUMNYA gigi susu manusia akan tanggal atau copot pada usia 6 tahun sampai dengan 13 tahun. Secara alami gigi anak-anak atau gigi susu memang harus tanggal atau digantikan oleh gigi permanen. Proses gigi yang tanggal hingga tumbuh ini dimulai sekitar usia enam tahun yang ditandai goyangnya gigi susu. Oleh karena itu tidak perlu khawatir berlebih jika anak Anda saat ini gigi susunya belum ada yang tanggal, seiring dengan berjalannya waktu, maka satu persatu gigi susu anak Anda juga akan tergantikan dengan gigi permanen. Gigi susu sifatnya hanyalah sementara. Gigi susu akan tanggal perlahan dan digantikan dengan gigi tetap gigi permanen.

"Pergantian gigi susu setelah usia 13 tahun kemudian akan disusul oleh gigi geraham bungsu pada usia 17-21 tahun. Pergantian dari gigi susu ke gigi tetap permanen ini akan ditandai dengan dengan proses fisiologis berupa goyangnya gigi susu. Dari masing-masing gigi akan mengalami waktu pergantian yang berbeda, contohnya seperti gigi seri sentral atas yang berganti pada usia 7-8 tahun dan pada gigi taring atas yang akan berganti pada usia 11-12 tahun," ujar Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak drg Agustina V S Sitohang SpKGA.


Pertumbuhan gigi susu disebabkan oleh beberapa faktor seperti nutrisi, hormonal, dan faktor genetik. Gigi susu pada bayi biasanya sudah muncul sejak usia enam bulan. Namun ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi di bawah usia enam bulan, atau justru belum tumbuh hingga usia satu setengah tahun.

Meski akan mengalami pergantian, gigi susu sangat berfungsi bagi pertumbuhan perkembangan setiap anak. Gigi susu membantu anak dalam proses pengucapan, membantu terjadinya proses pencernaan proses pengunyahan, serta menonjolkan unsur estetika pada wajah anak. Gigi susu juga memiliki fungsi lain yang tidak dimiliki oleh gigi tetap permanen. Gigi susu dapat berfungsi sebagai penjaga pertumbuhan lengkung rahang sekaligus menjadi petunjuk bagi gigi tetap permanen agar tidak tumbuh keluar dari jalurnya.

Kebanyakan kasus gigi yang menumpuk dan tidak beraturan terjadi akibat gigi susu yang tanggal sebelum waktunya. Biasanya gigi susu yang tanggal sebelum waktunya (tanggal dini) atau doicabut akan membuyarkan menghilangkan petunjuk tumbuhnya gigi tetap permanen. Rahang bekas tanggalnya gigi susu akan menyebabkan rahang melengkung dan menyempit sehingga tidak tersdia ruangan cukup untuk gigi permanen tumbuh teratur.

Sebelum berubah menjadi gigi tetap permanen yang berjumlah 32 buah, gigi susu akan tumbuh sejumlah 20 buah dan pertumbuhan berlangsung bertahap selama 2,5 tahun pertama. Pertumbuhan gigi susu dimulai dengan tumbuhnya sepasang gigi seri bagian atas pada umur 6-10 bulan, sepasang gigi seri bagian bawah, gigi geraham atas dan bawah serta gigi taring atas dan bawah.

Bank BJB

Secara lengkap, gigi susu berjumlah 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah (4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 4 gigi geraham). Gigi geraham pada gigi susu hanya terdiri dari satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam. Umumnya dibedakan menjadi gigi geraham besar dan gigi geraham kecil.

Gigi susu mulai tanggal umumnya terjadi saat anak mencapai usia 6 tahun. Namun ada juga anak-anak yang mengalami tanggal gigi pertama kali di usia 4-5 tahun atau mengalami keterlambatan yakni baru muncul sekitar usia 7 tahun. Pastinya, gigi susu hanya akan siap tanggal apabila gigi permanen sudah akan atau sudah erupsi dan mendorong gigi susu tersebut. Akan tetapi, gigi susu juga bisa tanggal apabila anak mengalami kecelakaan sehingga gigi susunya lepas.

"Hingga usia tiga tahun, terdapat 20 buah gigi susu. Nah, gigi susu yang tanggal lebih dahulu adalah gigi susu yang tumbuh terlebih dahulu. Biasanya, gigi seri bawah di bagian tengah diikuti dua gigi seri atas bagian tengah atau gigi insisif sentral," jelasnya.

Kadang-kadang, ada anak yang terlambat dalam proses pergantian gigi susu ke gigi permanen karena mengalami keterlambatan saat gigi susu tumbuh. Selama tidak terjadi masalah, hal itu tidak mengapa. Namun kadang-kadang, gigi dewasa permanen muncul sebelum gigi susu goyah. Inilah yang harus dikhawatirkan. Kondisi ini (gigi susu yang belum lepas padahal sudah masanya lepas) disebut gigi persistensi. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya gigi berjejal. Akibatnya susunan gigi menjadi tidak rapi.

 


Pemkab Siak


Pemkab Rokan Hulu





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook







Shocktober - FOX Hotel Pekanbaru



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com