Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Trigger Finger, RS Awal Bros Ingatkan Jari Bisa Terkunci dan Tak Bisa Diluruskan

R
Penulis: Redaksi❯

dr. Arnold Samuel, Sp.KFR
dr. Arnold Samuel, Sp.KFR


Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Trigger finger atau stenosing tenosynovitis adalah kondisi ketika salah satu jari tangan sulit atau bahkan tidak bisa diluruskan karena terkunci dalam posisi bengkok. Kondisi ini pa­ling sering mengenai jari manis, kemudian jari tengah, telunjuk, kelingking, bahkan ibu jari. Kasus ini lebih banyak dialami wanita usia paruh baya, sekitar 2–6 kali lebih sering dibandingkan pria, dan umumnya terjadi pada tangan dominan.

Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari jari terasa kaku terutama di pagi hari, timbul sensasi kejut saat digerakkan, hingga jari benar-benar terkunci dalam posisi bengkok. Tidak jarang juga ditemukan bengkak atau benjolan kecil di telapak tangan. Kondisi ini biasanya akan semakin memburuk saat seseorang menggenggam benda keras, mencoba meluruskan jari, atau setelah bangun tidur.

Penyebab utama trigger finger adalah peradangan pada selubung tendon jari yang membuat tendon sulit bergerak. Pada beberapa kasus, iritasi yang berulang menimbulkan nodul atau benjolan kecil di tendon sehingga jari semakin sulit digerakkan. Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya trigger finger antara lain jenis kelamin wanita, adanya penyakit kronis seperti diabetes atau rheumatoid arthritis, serta kebiasaan melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama, misalnya menjahit, mengetik, atau menggenggam alat kerja.

Advertisement

Penanganan trigger finger terbagi dalam dua cara. Terapi konservatif meliputi penggunaan obat antiinflamasi, splint untuk menyangga jari, latihan peregangan, terapi ESWT, hingga injeksi kortikosteroid. Apabila metode ini tidak berhasil dan gejala tetap berlanjut, maka tindakan operatif dapat menjadi pilihan untuk melepaskan selubung tendon yang mengalami hambatan.

Latihan sederhana juga dapat membantu meringankan gejala, seperti melakukan pijatan lembut pada telapak tangan, mengangkat jari yang terkunci di atas permukaan meja, atau melakukan gerakan peregangan dengan menekuk jari ke arah atas. Latihan ini dapat meningkatkan aliran darah, menjaga fleksibilitas, serta memperkuat otot dan ligamen kecil di jari.

Pencegahan terbaik adalah menghindari penggunaan tangan secara berlebihan. Jika jari mulai terasa kaku atau nyeri, segera istirahatkan tangan, variasikan gerakan saat beraktivitas, dan gunakan obat antiinflamasi ringan bila terjadi peradangan. RS Awal Bros mengingatkan bahwa trigger finger bukanlah keluhan sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis apabila jari Anda mulai sulit digerakkan agar penanganan bisa dilakukan sejak dini.***

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

RS Awal Bros Gelar Seminar dan Bedah Epilepsi, Ajak Masyarakat Mengenal Penyakit Lebih Dekat 

RS Awal Bros Gelar Seminar dan Bedah Epilepsi, Ajak Masyarakat Mengenal Penyakit Lebih Dekat 

RS Awal Bros mengajak masyarakat untuk mengenal penyakit epilepsi lebih dekat. Dengan seminar dan bedah epilepsi, penanganan medis tepat dan

RS AB Hang Tuah dan Batu Aji Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

RS AB Hang Tuah dan Batu Aji Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

RS Awal Bros Hang Tuah dan RS Awal Bros Batu Aji resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Akupunktur Medik di RS Awal Bros Bantu Optimalkan Peluang Program Kehamilan

Akupunktur Medik di RS Awal Bros Bantu Optimalkan Peluang Program Kehamilan

Akupunktur medik kini jadi pilihan terapi pendamping promil dan IVF di RS Awal Bros Pekanbaru untuk optimalkan peluang kehamilan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer