Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RS Eka Hospital Bahas Nyeri Haid Normal atau Tidak

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯

 dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH. (Istimewa)


Advertisement

dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Salah satu keluhan yang paling umum terjadi saat seorang wanita mengalami menstruasi adalah nyeri perut atau nyeri haid. 

Advertisement

Tak jarang kondisi ini dapat membuat tubuh wanita merasa lemas,tidak bertenaga bahkan pingsan, saat tidak mempu menahan rasa sakit ketika proses alami keluarnya darah dari alat reproduksi tersebut terjadi. 

Namun faktanya, haid yang normal justru proses haid yang tidak mengalami rasa sakit. Hal ini diungkapkan langsung oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Eka Hospital Pekanbaru, dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH. Saat menjadi narasumber Media Gathering dan Membahas fenomena Sakit saat Haid, Normal atau Red Flag, Kamis (3/9/2026). 

Advertisement

Menurutnya,Haid yang sehat memang idealnya tidak menimbulkan rasa sakit yang melumpuhkan atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, secara medis, munculnya rasa tidak nyaman atau kram ringan pada hari pertama atau kedua masih dianggap normal karena adanya kontraksi rahim.
 
Apalagi proses haid yang normal memiliki  durasi dan frekuensi 4 sampai 8 hari. Saat haid, tubuh memproduksi zat kimia bernama prostaglandin yang memicu otot rahim berkontraksi untuk meluruhkan dinding rahim. Kadar prostaglandin yang seimbang hanya memicu kram ringan, sementara kadar yang terlalu tinggi memicu nyeri hebat.

Nyeri haid yang berlebihan dan tidak wajar sering kali merupakan sinyal dari tubuh terkait masalah reproduksi, seperti andometriosis atau pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rongga rahim yang memicu peradangan kronis dan nyeri panggul luar biasa saat menstruasi. Kasus ini marak ditemukan pada perempuan usia produktif.

Selain itu, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau gangguan hormon yang ditandai dengan sel telur kecil-kecil (kista kecil) di indung telur, menyebabkan haid tidak teratur atau jarang terjadi.

Kemudian tumor jinak pada otot rahim atau indung telur yang mengacaukan volume darah dan memicu kram perut hebat. Pasalnya darah air tidak hanya harus keluar ke arah bawah atau vagina. Bisa jadi darah haid malah mbik ke saluran pembuahan atau rahim yang menumpuk dan dapat menjadi sel miom atau kista.

Di Riau sendiri, kata dia lagi, Endometriosis sudah banyak terjadi, sekitar 10 sampai 15 persen. Penyebabnya pun beragam, namun teori paling kuat adalah karena darah menstruasi tersebut tidak seluruhnya turun melalui vagina, tapi naik juga ke atas. Artinya, darah mens tersebut tidak mengalir keluar di jalur semestinya. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Eka Hospital Kawal Goweser dengan Ambulans dan Tim Medis

Eka Hospital Kawal Goweser dengan Ambulans dan Tim Medis

Eka Hospital Pekanbaru mengerahkan armada ambulans dan tim medis untuk mengawal keselamatan para peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026

Peringati Hari Anak Nasional, Eka Hospital Gelar Aneka Lomba

Peringati Hari Anak Nasional, Eka Hospital Gelar Aneka Lomba

Eka Hospital Pekanbaru rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan lomba kreatif dan talkshow kesehatan untuk dukung tumbuh kembang anak.

Eka Hospital Ajak Ratusan Anak Ikuti Beragam Lomba dan Edukasi bersama Dokter Spesialis 

Eka Hospital Ajak Ratusan Anak Ikuti Beragam Lomba dan Edukasi bersama Dokter Spesialis 

Eka Hospital turut merayakan Hari Anak Nasional 2026. Beragam lomba dan edukasi bersama dokter spesialis anak pun digelar di Mal SKA

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer