
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Seiring bertambahnya umur pada laki-laki dan memasuki usia yang tidak lagi muda, ada kalanya kebotakan rambut datang menghampiri. Bahkan ada informasi, pola kebotakan rambut pada pria juga bisa disebabkan oleh sensitivitas genetik, tingkat stres, status gizi dan faktor kesehatan secara menyeluruh.
Dilansir dari ojs.unpkediri.ac.id, kebotakan atau alopesia adalah kondisi dimana terjadinya kerontokan rambut parah pada bagian tertentu, kerontokan ini akan terus berlangsung dalam waktu lama dan dapat menyebabkan kebotakan permanen.
Bahkan ada teori mengejutkan dalam buku Seni Memahami Pria karya Claudia Sabrina, dimana disebutkan bahwa pola kebotakan pada pria disebabkan karena hormon testosteron yang tinggi. Di lain sisi, hormon testosteron sendiri punya fungsi yang sangat penting bagi pria, diantaranya untuk perkembangan seksual, termasuk produksi sperma.
Baca Juga: Mobil Dinas Tak Bisa Lewat, Bupati Anton Jalan Kaki, Puluhan Truk Antre di Jalan Sontang-Duri
Dalam ojs.unpkediri.ac.id, diterangkan ada tiga hal yang mungkin jadi pemicu dari fenomeni ini menurut para ilmuan, yaitu faktor usia, ketidakstabilan hormon dan genetik. Menariknya, ketiga faktor di atas sangat erat kaitannya dengan hormon testosteron pada pria.
Dikutip dari pharmacy.solutions, Kamis (29/10), hormon ini memang ada hubungannya dengan pola kebotakan rambut pada pria, tetapi secara ilmiah, ini bukan penyebab utamanya. Sebaliknya, pengaruh yang lebih kuat ternyata ada pada dihidrotestosteron atau DHT.
Faktanya, DHT ini dibuat ketika hormon testosteron diubah oleh enzim yang disebut 5-alfa reduktase, yang ditemukan di area seperti prostat, testis dan folikel rambut.
Hormon testosteron punya keterlibatan besar dalam memproduksi DHT. Secara praktis, semakin tinggi testosteron semakin tinggi juga kadar DHT, dan semakin berpotensi pula pria mengalami kebotakan.
Dulu umumnya diasumsikan seperti itu. Tetapi saat ini menunjukkan bahwa hal itu belum tentu terjadi. Pola kebotakan rambut ini justru terjadi karena aktivitas dan sensitivitas DHT, bukan dari sedikit banyaknya kadar DHT.
Jadi pola kebotakan rambut terjadi karena aktivitas dan sensitivitas DHT, bukan dari sedikit banyaknya kadar DHT. Fakta ini membantu menjelaskan mengapa beberapa pria dengan tingkat testosteron sedang bahkan rendah masih bisa mengalami kebotakan rambut.
Dengan kata lain, kerontokan rambut lebih tentang bagaimana tubuh mengubah testosteron dan bagaimana folikel rambut merespon DHT.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




