Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Harus Perkuat Pencegahan HIV/AIDS

H
Penulis: Hendrawan Kariman❯
Aidhil Nur Putra. (jpg)
Aidhil Nur Putra. (jpg)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Data pende­rita HIV/AIDS di Riau, terutama di Kota Pekanbaru masih tinggi dan mengkhawatirkan. Pemerintah diminta mengambil langkah konkrit untuk memperkuat pencegahan penularannya.

Permasalahan ini mendapat perhatian serius dari  Fraksi Nasdem DPRD Kota Pekanbaru yang mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) untuk segera mengambil tindakan.

Ketua Fraksi Nasdem Aidhil Nur Putra mengatakan, data yang ia dapat, saat ini angka kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru mencapai 5.006 kasus. Ia merasa makin khawatir karena 552 pengidap diantara angka itu sudah meninggal dunia pada tahun ini.

“Kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru sudah mulai banyak. Ada yang rawat jalan, dan bahkan banyak juga yang meninggal dunia. Tentu ini mengkhawatirkan penyebaran kasusnya,” ujar Aidhil.

Aidhil menekankan, langkah pencegahan harus segera diambil. Salah satunya penindakan terhadap tempat dan fasilitas prostitusi. Penindakan bisa penutupan atau pengawasan ketat terhadap pengelolanya.

Advertisement

“Salah satu upaya, Pemko Pekanbaru melalui dinas terkaitnya dapat segera menindak fasilitas yang diduga menjadi tempat prostitusi. Misalnya panti pijat, hotel-hotel kelas melati, atau kos-kosan yang memperbolehkan pasangan tanpa ikatan pernikahan,” ujarnya.

Aidhil mendengar, ada banyak tempat prostitusi berkedok panti pijat beroperasi di Kota Pekanbaru. Begitu juga dengan hotel kelas melati, dengan harga yang tergolong murah namun minim pengawasan.

“Keberadaan kos-kosan yang memperbolehkan pasangan tanpa ikatan pernikahan tinggal dalam satu tempat juga ada. Kalau seperti ini bisa disalahgunakan, bisa aja menjadi tempat kumpul kebo yang berujung ke prostitusi juga,” tegasnya.

Anggota Komisi I ini mendesak agar penertiban ini dapat segera dilakukan Pemko Pekanbaru. Bahkan, ia akan membawa Komisi I DPRD Pekanbaru untuk turun langsung menertibkannya.

“Komisi I DPRD Pekanbaru siap turun langsung menertibkan, kita akan sidak tempat-tempatnya. Kalau ditemukan tempat yang memfasilitasi prostitusi, kita bersedia untuk mengkaji temuannya, apa perlu kita rekomendasi penutupannya,” ucapnya.(end)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Wako Agung Aktif Dorong Edukasi dan Jemput Bola Tanggulangi HIV/AIDS di Pekanbaru 

Wako Agung Aktif Dorong Edukasi dan Jemput Bola Tanggulangi HIV/AIDS di Pekanbaru 

Pemko Pekanbaru gencarkan edukasi, skrining, dan jemput bola untuk menanggulangi HIV/AIDS serta mencegah penularan di kalangan remaja.

KPA Goes to School Masuk SMP, Pemko Pekanbaru Perkuat Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Sejak Dini

KPA Goes to School Masuk SMP, Pemko Pekanbaru Perkuat Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Sejak Dini

Pemko Pekanbaru memperkuat edukasi pencegahan HIV/AIDS dimulai sejak dini. Makanya KPA Goes to School saat ini mulai masuk ke SMP

Sasar Generasi Muda, Pemko Pekanbaru Gencarkan Sosialisasi Bahaya LGBT dan HIV/AIDS

Sasar Generasi Muda, Pemko Pekanbaru Gencarkan Sosialisasi Bahaya LGBT dan HIV/AIDS

Pemko Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar kalangan pelajar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer