Mana yang Lebih Baik Bagi Kesehatan, Ubi Jalar atau Kentang?

Kesehatan | Selasa, 31 Desember 2019 - 09:29 WIB

Mana yang Lebih Baik Bagi Kesehatan, Ubi Jalar atau Kentang?
INTERNET

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia. Sayangnya, sumber karbohidrat yang satu ini dianggap kurang baik bagi kesehatan. Karena itu, tidak sedikit yang mengganti sumber karbohidrat sehari-hari menjadi ubi jalar atau kentang. Anda salah satunya?

Ubi jalar dan kentang adalah jenis umbi akar yang banyak tumbuh di Indonesia. Keduanya memiliki penampilan fisik dan rasa yang berbeda. Tidak hanya itu, kandungan nutrisi di dalam keduanya juga benar-benar berbeda sehingga manfaatnya bagi kesehatan juga tidak sama.

Kandungan Ubi Jalar dan Kentang

Ubi jalar terbagi menjadi beberapa ukuran dan jenis. Ada yang kecil dan besar, serta berwarna ungu, kuning, atau merah.

Tidak jauh berbeda, kentang juga terbagi menjadi beberapa jenis. Dari yang berukuran kecil hingga besar, dengan warna cokelat hingga kekuningan. Dari segi nutrisi, berikut ini adalah perbedaan kandungan ubi jalar dan kentang.


Dari segi makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), ubi jalar dan kentang sama-sama memiliki komposisi yang relatif sama. Namun dari segi mikronutrien (vitamin dan mineral), ubi jalar tampak lebih unggul daripada kentang.

Di luar itu, ubi jalar dan kentang sebenarnya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan. Contohnya, salah satu manfaat ubi jalar terutama yang berwarna merah dan ungu adalah membantu memperbaiki sel tubuh dan menangkal radikal bebas. Hal ini berkat kandungan antioksidan yang tinggi.

Bagaimana dengan manfaat kentang? Terkait manfaat kentang, umbi akar yang satu ini memiliki senyawa glikoalkaloid di dalamnya. Dengan adanya senyawa tersebut, penelitian menduga bahwa salah satu manfaat kentang bagi kesehatan adalah menangkal kanker.

Mana yang Terbaik bagi Kesehatan?

 

Perlu diketahui, hal yang dijadikan patokan untuk menentukan yang terbaik antara ubi jalar dan kentang adalah indeks glikemik. Apa itu? Indeks glikemik adalah satuan yang digunakan untuk menggambarkan kecepatan suatu zat makanan (terutama karbohidrat) untuk meningkatkan kadar gula darah.

Jadi, dua makanan berkarbohidrat dengan berat dan kandungan nutrisi hampir serupa bisa saja memiliki indeks glikemik yang berbeda. Sebab, indeks glikemik itu sendiri dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing sumber karbohidrat tersebut.

Semakin besar angka pada indeks glikemik, semakin cepat pula makanan tersebut untuk meningkatkan kadar gula darah.

Apabila kadar gula darah terus-menerus tinggi dan tidak terkendali, risiko penyakit diabetes akan melonjak tinggi.

Lalu, bagaimana dengan indeks glikemik ubi jalar dan kentang? Pada dasarnya, indeks glikemik dua jenis umbi akar tersebut sangat bervariasi.

Ini bergantung pada jenis dan cara mengolah ubi jalar maupun kentang. Ubi jalar atau kentang yang direbus memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan yang dipanggang.

Akan tetapi, rata-rata ubi jalar memiliki kisaran indeks glikemik antara 44–94. Sementara itu, kentang memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi, yaitu 89–111. Secara umum, hal ini berarti bahwa ubi jalar lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dibandingkan kentang.

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ubi jalar lebih unggul dibandingkan kentang. Kendati demikian, bukan berarti bahwa kentang harus dihindari lantaran mengandung nutrisi yang lebih sedikit.

Pada kenyataannya, ubi jalar atau kentang sama-sama boleh dikonsumsi dan baik bagi kesehatan asalkan diolah dengan cara rebus atau kukus. Batasi porsi saat mengonsumsinya agar tidak berlebihan.

Dengan begitu, Anda bisa merasakan manfaat ubi jalar atau manfaat kentang bagi kesehatan.

 

Sumber: Jpnn.com

Editor: E Sulaiman










youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  Hal-1.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com