JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bulan puasa, bukan berarati kita tidak boleh berolahraga. Justru malah dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap aktif. Hanya saja tentu aktivitas fisik dengan intensitas ringan. Misalnya peregangan, jalan kaki, yoga, hingga latihan mobilitas.
Olahraga ringan ini mampu membantu menjaga stamina, mempertahankan kebugaran tubuh, menjaga energi dan membuat tubuh lebih nyaman selama berpuasa.
Dilansir dari MSIG International, disarankan olahraga ringan harus memperhatikan waktu dan intensitas agar tetap aman untuk tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan dan cairan setelah seharian berpuasa.
Peregangan menjaga otot tetap fleksibel
Peregangan atau stretching menjadi olahraga yang paling ringan namun memiliki banyak manfaat saat puasa. Gerakan ini dapat mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas seharian. Aktivitas low-impact seperti peregangan dan latihan ringan lebih aman dibanding olahraga berat karena mencegah pusing dan kelelahan selama berpuasa seperti dilansir dari Cleveland Clinic Abu Dhabi.
Stretching membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh dan memperbaiki postur. Dengan durasi sekitar 20-30 menit,tubuh tetap aktif tanpa resiko dehidrasi atau kehilangan energi yang berlebihan.
Jalan kaki santai jadi olahraga yang aman selama puasa
Jalan kaki santai merupakan olahraga yang direkomendasikan selama Ramadan karena memiliki intensitas rendah dan menjaga tubuh tetap aktif. Berjalan kaki dapat membantu menjaga kebugaran, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempertahankan daya tahan tubuh tanpa memberi tekanan berat pada fisik.
Jalan kaki dapat dilakukan menjelang waktu berbuka sehingga tubuh mendapatkan asupan cairan setelah olahraga. Aktivitas ini membuat tubuh tetap bugar menjadi cara sehat mengisi waktu menjelang berbuka.
Bersepeda santai menjaga kesehatan jantung saat puasa
Baca Juga: 263 Lokasi Salat Idulfitri Disiapkan Kemenag Kuansing di 15 Kecamatan, Ini Rinciannya
Bersepeda dengan santai menjadi pilihan olahraga ringan yang efektif untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru selama Ramadhan. Bersepeda menjelang berbuka membantu tubuh beradaptasi dengan ritme energi selama puasa. Dengan durasi ringan tetap aman dilakukan secara rutin.
Olahraga ringan seperti bersepeda atau aerobik ringan lebih dianjurkan selama puasa karena membantu menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh seperti dilansir dari ParticipACTION.
Senam/aerobik ringan bantu tubuh tetap aktif
Senam aerobik bisa menjadi pilihan olahraga di rumah selama puasa. Senam ringan cocok bagi pemula karena gerakannya mudah diikuti dan tidak membutuhkan alat khusus. Olahraga ringan seperti bersepeda atau aerobik ringan lebih dianjurkan selama puasa karena membantu menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh.
Dilansir dari ParticipACTION, gerakan ringan membantu menjaga fleksibilitas tubuh serta meningkatkan energi tanpa membuat tubuh cepat haus. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran alami serta mengurangi rasa haus saat puasa.
Yoga ringan membantu tubuh tetap relaks saat berpuasa
Yoga termasuk olahraga ringan yang aman karena fokus pada pernapasan dan peregangan tubuh. Gerakan ini membantu menjaga fleksibilitas otot dan mengurangi rasa kaku akibat aktivitas selama berpuasa.
Latihan yoga ringan selama 15-30 menit dianjurkan agar tubuh tetap segar tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan. Data yang dilansir oleh svrg, Kamis (12/3). Yoga juga membantu menjaga keseimbangan mental. Teknik pernapasan dalam yoga meningkatkan suplai oksigen ke tubuh sehingga membantu konsentrasi dan menjaga ketenangan selama menjalankan puasa.***
Editor : Edwar Yaman