Nurhadi Disebut Terlacak di Lima Titik, Ternyata Hoax

Kick Out Hoax | Selasa, 05 Mei 2020 - 11:18 WIB

Nurhadi Disebut Terlacak di Lima Titik, Ternyata Hoax

(RIAUPOS.CO) - Tim kuasa hukum mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Maqdir Ismail menyesalkan pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Pasalnya, Neta menyebut keberadaan Nurhadi yang sempat Salat Duha di lima titik yang berbeda tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Menurutnya, jika Neta tidak bisa membuktikan foto Nurhadi sedang Salat Duha, maka patut dipertanyakan informasi tersesebut bisa dikategorikan sebagai berita bohong atau hoax. “Saya tidak tahu kebenaran informasi itu,” kata Maqdir dikonfirmasi, Senin (4/5).


Maqdir menyebut, dirinya tidak mengetahui kebenaran informasi yang disampaikan Neta. Dia berdalih, sudah tidak berkomunikasi dengan Nurhadi sejak menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Yang pasti kami tidak bisa berhubungan dengan Pak Nurhadi sejak akhir Januari,” ujar Maqdir.

Maqdir menyebut, jika Neta mempunyai informasi tentang keberadaan kliennya, tak mempermasalahkan untuk melaporkannya ke KPK, bukan membeberkannya ke publik. Karena, lembaga antirasuah hingga kini masih mengejar buronan mafia kasus di MA itu. “Sebaiknya tidak disampaikan kepada publik, cukup sampaikan saja kepada KPK,” sesal Maqdir.

Diketahui, Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebut mantan Sekertaris MA, Nuhardi sempat terlacak lima kali saat melakukan Salat Duha. Namun buronan KPK itu berhasil meloloskan diri saat hendak dilakukan penangkapan.

Neta menyatakan, KPK dibantu Polri terus berupaya menangkap Nurhadi. Dia menyebut, Nurhadi selalu berpindah-pindah masjid saat melakukan Salat Duha. “Setidaknya sudah ada lima masjid yang terus dipantau,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Ahad (3/5).

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri tak henti-hentinya mengumbar janji untuk meringkus mantan Seketris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan mantan calon legislatif (Caleg) PDI Perjuangan, Harun Masiku. Sebab, kedunya hingga kini menjadi buronan dan belum juga berhasil ditangkap KPK. “Kita berkomitmen untuk menyelesaikan perkara korupsi termasuk para DPO yang terus kita cari,” kata Firli dikonfirmasi, Ahad (3/5).

Polisi jenderal bintang tiga ini menyebut, setiap informasi yang diterima terkait keberadaan dua buronan tersebut langsung ditindaklanjuti. Namun, sudah hitungan bulan, kedua buronan itu belum juga berhasil diringkus. “Saya tegaskan semua info terkait dugaan keberadaan para DPO, kita lacak dan kejar,” klaimnya.

FAKTA

Tim kuasa hukum mantan Sekertaris Mahkamah Agung, Maqdir menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui Nurhadi. Dia sudah tidak berkomunikasi dengan Nurhadi sejak menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(jpg)

 

 






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU


Achmad - Idul Fitri

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-05-31.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com