Anak Dikutuk Menjadi Buaya

Kick Out Hoax | Kamis, 12 Maret 2020 - 08:44 WIB

Anak Dikutuk Menjadi Buaya

BAGIKAN


BACA JUGA

(RIAUPOS.CO) -- Kabar tentang seorang anak yang dikutuk ibunya menjadi hewan aneh masih saja laku dijual pengelola blog untuk mendulang klik. Informasi itu dilengkapi kolase foto hewan aneh dan link atau tautan dari sebuah blog. Nama blognya sangat religius, yakni alquran-sunah.blogspot.com.

"Nauzubillahi min zalik, Anak Durhaka Berubah Menjadi Buaya..Semoga Yang Memb4gikan Ini Dijauhkan Dari Azab Allah Swt," begitu judul berita dari blog yang dibagikan ulang oleh akun Facebook Hanny Edelweis.

Saat membaca sampai selesai berita dari blog tersebut, ternyata antara judul dan berita di dalamnya tidak sinkron. Kalimat dalam judul menyebut anak durhaka berubah menjadi buaya. Sementara itu, isi beritanya merupakan klarifikasi kabar palsu tentang anak yang dikutuk ibunya menjadi batu di Gunung Picung, Kabupaten Bogor. Keseluruhan isi berita dari blog itu juga asal comot dari portal berita JawaPos.com yang terbit pada 9 Februari 2017. Anda dapat membaca berita aslinya di bit.ly/HoaxDikutukBatu.

Lantas, dari mana foto hewan aneh yang menyertai kabar palsu itu? Memanfaatkan situs padanan gambar, foto serupa ternyata pernah diunggah situs berbahasa Thailand thairath.co.th pada 24 September 2015. Disebutkan bahwa hewan aneh itu lahir di Kecamatan Bu Sung, Distrik Wang Hin, Provinsi Sisaket, Thailand. Bayi kerbau yang mirip buaya itu dimiliki seorang petani berusia 63 tahun.

Petani itu tidak pernah menyangka bahwa induk kerbau miliknya bakal melahirkan bayi kerbau mirip buaya. Sebab, pada proses reproduksi sebelumnya, bayi yang dilahirkan induk kerbau itu normal.

Tidak ada penjelasan pasti tentang penyebab bayi kerbau di Thailand itu bisa mirip buaya. Situs sciencetimes.com yang mengulasnya pada 7 Oktober 2015 memberi keterangan foto hewan itu dengan julukan "A mysterious crocodile-buffalo hybrid". Menurut ulasan berjudul, Crocodile-Buffalo Genetic Species Found In Wanghin, Thailand, itu, hewan hasil persilangan atau hibrida biasanya lahir dari proses di laboratorium untuk tujuan penelitian. Sementara itu, kasus anak kerbau mirip buaya lahir di daerah petanian. Anda dapat membacanya di bit.ly/HibridaThailand.

F A K T A

Kolase foto tentang bayi kerbau mirip buaya tidak ada kaitannya dengan kisah kutukan ibu terhadap anak durhaka di Bogor. Foto itu diambil di Distrik Wang Hin, Provinsi Sisaket, Thailand.(jpg)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  2020-04-07.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com