LAWAN TERORISME

KPW: Pemerintah Haus Berantas Terorisme Secara Menyeluruh

Kriminal | Minggu, 04 April 2021 - 05:07 WIB

KPW: Pemerintah Haus Berantas Terorisme Secara Menyeluruh
Seorang polisi terlihat berada di dekat sebuah mobil yang rusak akibat bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, beberapa waktu lalu. (FAJAR/JPG)

SURABAYA (RIAUPOS.CO) -  Komisi Pemberantasan Wahabi (KPW) berharap pemerintah memberantas aksi terorisme secara menyeluruh, tidak hanya di tingkat akarnya, tetapi juga di pucuk pimpinan atau penggeraknya.

"Kami mengapresiasi gerak cepat, sigap, dan tangkas pemerintah dalam membekuk teroris. Namun, itu hanyalah teroris kelas teri," kata Ketua KPW Firman Syah Ali di Surabaya, Sabtu (3/4/2021).


Menurut dia, pemburuan dan penangkapan teroris terus dilakukan oleh pemerintah, baik di Padang, Bukittinggi, Condet, Bandung, maupun daerah lainnnya.

Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman menilai pemerintah saat ini hanya bisa tegas terhadap teroris kelas teri, sedangkan kelas kakapnya belum tersentuh.

Teroris kelas kakap yang belum tersentuh, menurut Cak Firman, adalah para teolog, ideolog, politikus, demagog, penyandang dana, penceramah, dan pegiat media sosial yang menanamkan jiwa buas dan keji di dalam diri kaum awam agama.

"Seandainya kita berhadapan dengan seorang perampok, kita hanya berhasil merampas pedangnya namun membiarkan perampoknya pergi mencari pedang baru," ujar Bendahara Umum Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Jawa Timur ini.

Para aktivis bom jihad itu hanyalah alat, lanjut dia, tepatnya orang-orang yang diperalat. Ketika para bomber jihad itu mati, aktor intelektual merekrut lagi para pengebom yang baru dari kalangan awam yang ilmu agama bersumbu pendek.

Bahkan, lanjut dia, ustaz-ustaz radikal yang suka teriak-teriak khilafah, terang-terangan membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), menyebarkan anjuran keutamaan bom bunuh diri dan sebagainya saat ini masih berkeliaran bebas.

"Prihatin sekali, para ustaz radikal yang menjadi inspirator dan motivator aksi-aksi bom jihad melalui ceramah-ceramahnya di YouTube yang masih berkeliaran bebas. Negara belum hadir untuk teroris kelas kakap ini, yang sekali berceramah banyak orang awam terpengaruh, tercuci otaknya, dan menjadi bomber-bomber baru," kata Koordinator Wilayah Sahabat Mahfud MD Jatim ini.

Namun, Cak Firman tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah atas kelemahan mereka memberantas teroris kelas elite atau kelas penggerak tersebut karena mungkin payung hukumnya tidak ada.

"Mungkin undang-undang antiterorisnya tidak seluas itu mengatur siapa saja yang harus diberantas oleh Pemerintah," katanya.

Karena terorisme merupakan extra ordinary crime, dia memandang perlu pemerintah ambil terobosan hukum dengan memberikan peringatan atau sanksi kepada para ustaz yang suka menginspirasi para calon pengembom itu.

"Cari siapa saja penyandang dananya dan siapa saja politikus parpol yang menungganginya. Itu jauh lebih penting daripada sekadar menangkap kelas teri," katanya.

Sumber: Radar Surabaya/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun


Bank BJB





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



petuah ramadan
Ampunan Allah

Ilyas Husti (Ketua MUI Riau)

Ampunan Allah

Rabu, 14 April 2021

EPAPER RIAU POS  14-aprill.jpg

telatah ramadan

Angos

Rabu, 14 April 2021
Angos




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com